banner 468x60

Yang Lain Awas Main-main! Erick Thohir Pecat Semua Direksi Kimia Farma Diagnostika Terkait Kasus Alat Tes Antigen Bekas

banner 160x600
banner 468x60


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir

Journalpolice.id | JAKARTA — Adanya aksi daur ulang alat tes antigen pendeteksi virus Covid-19 oleh petugas Laboratorium Kimia Farma di bandara Kualanamu-Medan beberapa waktu lalu, membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengambil langkah tegas terukur guna memulihkan kepercayaan masyarakat.

Erick memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD). Surat pemecatan untuk seluruh direksi sudah dikeluarkan pada Jumat lalu (14/5/2021). Tindakan itu dilakukan setelah melakukan penilaian secara terukur dan sesuai ketentuan.

“Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah (pemecatan) ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang,” tegas Erick dalam keterangan persnya yang diterima, Minggu (16/5/2021).

Ia juga menegaskan bahwa apa yang terjadi di Kualanamu adalah persoalan yang mesti direspons secara profesional dan serius. Pemakaian antigen bekas di Bandara Kualanamu menurutnya bertentangan dengan core value BUMN.

Baca Juga : Dituding jadi Partisan Intoleransi, DPR dan Pemerintah Didesak Berhentikan Dirut RRI
Menurutnya seluruh BUMN terikat pada kesepakatan bersama untuk bertindak profesional sesuai dengan core value yang dicanangkan, yakni amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Karena memang sudah tak sejalan dengan core value tersebut, maka tidak memandang siapa dan apa jabatannya, maka kami persilakan untuk berkarier di tempat lain,” jelasnya.

Erick pun menjelaskan bahwa ada kelemahan secara sistem yang membuat kasus antigen bekas dapat terjadi. Hal ini berdampak luas bagi kepercayaan masyarakat, sebab perusahaan layanan kesehatan mendapat rasa kepercayaan dari kualitas pelayanan yang profesional.

“Akumulasi dari seluruh hal tersebut membuat kami berkewajiban untuk mengambil langkah ini. Ini bukan langkah untuk menghukum, tapi langkah untuk menegakkan dan memastikan bahwa seluruh BUMN punya komitmen untuk melayani, melindungi, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (***/Ponc)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.