banner 468x60

WISATA JUMPRIT TEMANGGUNG

370 views
banner 160x600
banner 468x60

WISATA JAWA TENGAH
Wisata Jumprit di Ngadirjo Temanggung

Journalpolice , Temanggung – Wisata Jumprit merupakan tempat wisata yang ada di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Dari sekian banyak tempat wisata yang keren di Temanggung ternyata terdapat wisata alam yang tidak kalah dari tempat lain. Tidak banyak yang tahu tempat wisata yang memukau satu ini, pasalnya tempat ini oleh masyarakat sekitar banyak dihubungkan dengan hal mistis, padahal tidak demikian.

Wisata Jumprit menjadi tempat suci bagi umat Budha di Indonesia. Setiap berlangsung upacara Trisuci Waisak di Candi Borobudur, air keberkahan selalu diambil dari umbul tersebut.
Jumprit Temanggung

 


Wisata ini merupakan salah satu destinasi wisata di Temanggung yang semakin hari semakin meningkat peminatnya, banyak wisatawan yang datang ke tempat ini untuk menjawab semua keingintahuan mereka terhadap tempat yang penuh sejarah dan banyak berhubungan dengan ritual diberbagai tempat.

Banyak wisatawan datang ke tempat ini untuk menikmati pemandian di Umbul Jumprit maupun berziarah ke makam ki Jumprit. Tempat ini diresmikan oleh pemerintah pada tanggal 18 Januari 1987 sebagai wanawisata di Temanggung dan dibuka secara umum.

Sejarah Wisata Jumprit

Tempat ini memiliki sejarah runtuhnya kerajaan majapahit, pada saat itu Kerajaan Islam Demak dengan pemimpin Raden Patah melakukan perluasan daerah hingga masuk ke wilayah Kerajaan Majapahit. Ada yang patuh maupun memusuhi terhadap kepemimpinan baru di bawah Raden Patah. Salah satunya adalah Pangeran Singonegoro yang mengikuti kepemimpinan Raden Patah, beliau akhirnya mengasingkan diri ke dataran tinggi, di daerah Tegalrejo Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Bersama dengan Pangeran Singonegoro waktu itu adalah istrinya dan kedua pengawalnya Mahesa Aduk dan Endong Ukung serta seekor kera putih yang bernama Ki Dipo.

Pangeran Singonegoro bertapa dan menyebarkan ajaran agama Hindu di sekitar daerah Tegalrejo bersama istrinya. Hingga Pangeran Singonegoro meninggal sang kera putih (Ki Dipo) tetap menjaga makam beserta keturunannya sampai sekarang. Sedangkan kedua pengawalnya Mahesa Aduk dan Endong Ukung turun gunung dan membangun candi Pringapus yang terletak tidak jauh dari makam Singonegoro.

Sedangkan asal usul nama Jumprit berasal dari seorang bernama Ki Jumprit dari Kulon Progo yang memiliki penyakit parah, karena sudah putus asa ia berfikir untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, namun di suatu saat ia mendapatkan wangsit untuk mandi di sendang sekitar makam Pangeran Singonegoro, hingga akhirnya penyakit kulitnya sembuh total dan ia menjadi juru kunci dari tempat tersebut hingga akhir hayat. Untuk menghormati juru kunci tersebut masyarakat menamai tempat tersebut dengan Jumprit.

Umbul jumprit

 


Sebelum masuk ke area wisata kalian akan melihat pintu masuk yang terbentuk seperti Candi Majapahit yang sudah dibangun pada jaman dahulu dan berumur ratusan tahun.

Dibalik bangunan tersebut terdapat Umbul Jumprit yang terdapat air yang biasa digunakan untuk mandi para wisatawan, setelah mandi mereka biasa membuang celana dalam mereka sebagai simbol membuang sial sebagai tradisi di masyarakat sekitar yang sudah tumbuh sejak dahulu.

Tempat ini sangatlah ramai apalagi jika pada saat malam 1 suro yang dibarengi acara adat wisata di SendangSidukun, yaitu tradisi Suran Traji dengan aneka ritual menebar Jimat Pengantin Lurah Traji.

Fasilitas Wisata Jumprit

Wisata Jumprit pertama kali ramai pengunjung pada tahun 1980an ketika banyaknya wisatawan yang datang untuk bersemedi di Makam Ki Jumprit dekat Umbul Jumprit yang kemudian dilanjutkan dengan mandi di mata air yang konon katanya tak pernah kering.

 

Sumber – Rohimin

 

Editor – Awi

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.