banner 468x60

Wartawan Online di Pati di Kroyok di Lokasi Galian C

746 views
banner 160x600
banner 468x60


Journalpolice.id | Pati – salah satu wartawan media online jerathukum.com menjadi korban dugaan penganiayaan di lokasi tambang galian C di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hal ini terjadi, ketika oknum wartawan tersebut bermaksut investigasi ke lokasi galian C yang diduga ilegal.

Kejadian ini bermula saat salah satu wartawan jerathukum.com mendatangi lokasi galian C. Sesampai di lokasi dan memperkenalkan diri dan menunjukan identitasnya kepada dua orang yang mendatanginya saat dilokasi galian C. Namun secara tiba-tiba salah satu oknum yang diduga mandor mengintervensi wartawan tersebut. Belum sempat menjelaskan maksut dan tujuan secara tiba-tiba salah satu orang yang diduga mandor memukul oknum wartawan.

“Saat itu saya sedang mendatangi lokasi galian, dengan maksut investigasi adanya informasi bahwa ada praktik galian C di lokasi tersebut. Namun sesampai di sana saya disambut dua orang yang tidak dikenal, dan meminta kartu tanda pengenal (Id Card) dari media saya serta KTP saya. Setelah itu saya dipukul dibagian wajah,” ungkap Slamet Widodo wartawan media online jerathukum.com, Senin (29/11/2021)

Lebih lanjut, usai kejadian tersebut korban meminta id card dan KTP yang dirampas namun tidak diberikan. Hanya KTP yang diberikan, sedangkan Id card tidak diberikan. Oknum yang di duga mandor galian C langsung mengusir wartawan teesebut. Dalam kondisi memegang wajahnya kesakitan, Slamet Widodo (wartawan) berlari menyelamatkan diri dan keluar dari lokasi galian C tersebut. Akibat kejadian itu korban mengalami luka memar di bawah pelipis matanya.

Sementara Pimpinan redaksi (pimred) jerathukum.com Supani, saat di konfirmasi media ini mengatakan, membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa ini sangat disayangkan, apalagi sampai terjadi penganiayaan. Dirinya akan melanjutkan dugaan penganiayaan yang disertai perampasan Id card tersebut ke jalur Hukum.

“Ini adalah tugas jurnalis, dan kita mengacu pada UU Pers no 40 Tahun 1999, artinya ada konsekwensi yang harus ditanggung oleh para pelaku hingga merampas kartu identitas dari media. Tak hanya itu, ada pula dugaan penganiayaan yang dilakukan sehingga mengakibatkan wartawan kami luka dibagian wajah,” tegas Supani.

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.