banner 468x60

Wartawan Journalpolice.id Melaporkan balik Oknum Pengacara

483 views
banner 160x600
banner 468x60


Journalpolice.id, Blora – Selang dua hari setelah mendatangi Mapolres Blora guna memenuhi undangan klarifikasi terkait pengaduan yang dilakukan oleh Law Office Kusumandityo. Kini Wartawan media journalpolice.id, Prasetyo didampingi oleh kuasa hukum dari kantor hukum Satiman, S.H. & Partners datang ke Mapolres Blora guna mengadukan balik dengan dugaan Tindak Pidana Pengaduan Palsu.(01/10)

Undangan klarifikasi tersebut diketahui pada hari Selasa 28 September 2021, Prasetyo yang pada saat itu juga didampingi Kuasa Hukumnya datang ke Mapolres Blora guna menghadap kepada Penyidik Unit I Sat Reskrim Polres Blora sekira pukul 10.00 wib.

Dari keterangan Kuasa Hukum Prasetyo, undangan tersebut merupakan undangan klarifikasi terkait pengaduan dari Law Office Kusumandityo pada tanggal 12 Agustus 2021 yang mana isi dari pengaduan tersebut adalah dugaan perkara pencemaran nama baik yang diunggah melalui media sosial dengan website http://www.journalpolice.id/tak-kooperatif-dampak-limbah-pabrik-pt-aks-warga-tutup-atau-pindahkan/, pada tanggal 22 Juli 2021 sekira pukul 15.33 wib, yang diduga dilakukan oleh sdr. Prasetyo selaku Ketua LPKSM Putra Lawu Pos Komando Blora.

“kami jelaskan kepada penyidik, bahwa klien kami merupakan seorang wartawan media journalpolice.id, dan pada waktu melakukan liputan juga sudah sesuai dengan prosedur atau kaidah jurnalistik”, Kata Satiman yang juga merupakan purnawirawan tni.

Satiman juga membenarkan bahwa hari ini (01/10) kliennya melakukan upaya hukum (pengaduan balik) mengadukan Dugaan Tindak Pidana Pengaduan Palsu.

“atas dasar undangan klarifikasi tersebut itulah yang menjadikan dasar klien kami mengadukan balik, selain dugaan pengaduan palsu, bisa juga diberlakukan pasal 18 ayat 1 Undang-undang nomor 40 tentang Pers”, Lanjutnya.

Di lain pihak, Rois Hidayat selaku Pimpinan Redaksi dari Journalpolice.id menyayangkan kejadian pelaporan ini sampai terjadi. Dirinya mengacu pada undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“coba kita pelajari bersama tentang undang-undang pers, pasal 1 ayat (1)dan (4), pasal 4 ayat (3), pasal 6, pasal 8, pasal 18 ayat (1) kemudian Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, Undang-undang bab XA tentang HAM pasal 28 huruf E dan F serta Pasal 14 Undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang HAM”, jelasnya.

Seperti pemberitaan medsos.com di jelaskan bahwa Bagi insan pers, UU (ITE) ini tak apa-apa diubah untuk perkembangan zaman. Tapi harus dipastikan kemerdekaan pers tidak boleh diganggu gugat,” kata Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh saat dikutip dari akun Youtube Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Rabu, 3 Maret 2021.

Mantan Menteri Pendidikan itu menegaskan kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat merupakan hal mutlak yang harus dijaga. Sebab, hal tersebut merupakan unsur dari nilai demokrasi yang dianut Indonesia.

“Kebebasan berekspresi harus kita berikan perlindungan,” kata dia.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu mengaku heran dengan polemik UU ITE yang terjadi saat ini. Padahal, aturan tersebut menjadi payung hukum pemanfaatan teknologi digital.

“UU ini dulu memberikan kepastian hukum terkait transaksi elektronik, loh kok tiba-tiba urusannya caci maki dan seterusnya,” ucap dia.

Dia menilai penyalahgunaan ketentuan UU ITE bisa diminimalkan sejak disahkan. Salah satunya, pemerintah membuat aturan turunan untuk memperjelas implementasi di lapangan.

Seperti Telegram Kapolri bernomor ST/339/II/RES.1.1.1./2021 terkait pelaporan pelanggaran pasal 27 ayat (3) dan 28 ayat (2). Kebijakan tersebut disambut baik sebagian masyarakat.

“Begitu Pak Kapolri mengeluarkan aturan yang baru, orang pada gembira semua. Artinya, seandainya UU ITE aturan turunan dibuatkan untuk memberikan perlindungan,” kata dia.

Dia menyerahkan keputusan tersebut kepada pembuat aturan. Sehingga, implementasi UU ITE bisa lebih maksimal tanpa disalahgunakan.***(prabujp)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.