banner 468x60

Wartawan Goblok.. Gathel yang Terucap dari Oknum Pengurus Tambang di Kaliwedi Gondang Sragen

banner 160x600
banner 468x60

JP | Sragen, wawancara langsung Pimpinan Redaksi Beritaistana.id yakni Warsito kepada Jurnalis Indonesiasatu.co.id, dan journalpolice.id bahwa seorang wartawan dari medianya diduga mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari seorang oknum pengurus tambang yang berada di Gondang Sragen.

Perlakuan tersebut berupa sebuah kalimat ucapan *_GATH*L_* dan *_GOBL*K_*.

Lontaran Kalimat tidak senonoh itu diucapkan oleh Apri dan salahsatu rekannya melalui percakapan telephon kepada Bowo Hariyanto selaku Wartawan dari Media Beritaistana.id Kabiro Jawa Tengah sedang liputan memaksa untuk ketemu diberi waktu habis magrib justru berucap arogan…

Kronologi berawal ketika Bowo memberitakan sebuah berita berjudul “Memanas!! Diduga Tambang Di Desa Kaliwedi Gondang, Pelimpahan IUP OP Salahi UU Minerba” yang tayang pada Kamis, 02 Juli 2020 Jam 11:22:35 am di media Beritaistana.id.

Setelah pemberitaan itu muncul, Warsito selaku pimpinan redaksi ditelephon oleh nomor tidak dikenal, nomor telephon tersebut ialah 082134770xxx mengaku atasnama Apri.

Masih menurut Warsito, ia diajak bertemu oleh Apri di Solo Jawa Tengah dan Apri melontarkan ucapan kalimat “Kowe kuwi nemonono nang Solo, masalah bensin tak ijolane, paling entek’e piro?”, “Kamu itu nemui aku di Solo, masalah uang bensin saya ganti, paling habis berapa?” dengan nada tinggi.

Menanggapi ucapan Apri, Warsito meminta Apri untuk klarifikasi kepada Bowo selaku yang menulis berita, selanjutnya Warsito memberikan nomor telepon Bowo.

Kamis (2/7/2020) siang Apri menelphon Bowo.

Dalam rekaman percakapan telephon yang berdurasi 10:00 menit, 2007021504.amr 938KB +6282134770*** antara Bowo dan Apri, Bowo diajak ketemuan pada jam itu juga, Bowo menyanggupi pertemuan itu tetapi Bowo mengatakan bisa bertemunya setelah habis Maghrib karena Bowo saat ditelephon sedang melaksanakan tugas jurnalistik di lapangan. Tetapi hal itu sepertinya tidak bisa diterima oleh pihak Apri.

Pihak Apri justru melontarkan sebuah kalimat ucapan “Gat*l” kepada Bowo, kalimat ucapan tersebut terekam oleh telephon.

Tidak hanya itu, salahsatu rekan Apri yang belum diketahui identitasnya juga melontarkan kalimat ucapan “GOBL*K” dalam percakapan itu. Percakapan juga terekam di Telephon.

Terkait perlakuan yang menimpa Wartawannya, Warsito menyampaikan, “Dalam hal ini saya selaku pimpinan redaksi tidak bisa menerima perlakuan tersebut. Saya sudah melakukan upaya koordinasi dengan Bapak Wilson Lalengke S.pd M.sc,s MA selaku ketua umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Kami akan melaporkan Dua oknum tersebut ke Pihak Yang Berwajib dengan dugaan perbuatan tidak menyenangkan”. Tegasnya.

Warsito sangat menyanyangkan kejadian ini, padahal dalam upaya klarifikasi atau hak jawab seharusnya Apri maupun rekannya tidak perlu melontarkan kalimat ucapan yang kasar dan bernada tinggi. Sekaligus itu tidak harus terkesan memaksa, karena wartawannya sedang melakukan tugas jurnalistik di lapangan, itupun jaraknya juga sangat jauh, karena diketahui Bowo sedang berada di Jogonalan Klaten.

“Saya menyayangkan sekali sikap mereka, mereka harusnya memahami bahwa seorang Wartawan itu tidak boleh diintimidasi maupun di pelakukan tidak senonoh seperti itu. Seorang Wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilindungi oleh undang-undang, hal itu tertuang dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS. Tertulis aturan tentang pers, termasuk ketentuan umum, asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranan pers.

Diatur pula tentang peran serta masyarakat dan ketentuan pidana, seperti halnya UU Pers Pasal 18 Ayat (1), yang tertulis:

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). “Pungkasnya. (Sg,war)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.