banner 468x60

Wartawan Ganteng dari Jawa yang Pernah Gegerkan Dunia

381 views
banner 160x600
banner 468x60

Tokoh Pers dan pendidikan masa kolonial, Kartono, kakak kandung R Kartini

Journalpolice.id__Kudus – dilansir li9utan6 Sosok ini tak banyak dikenal orang. Namanya, Kartono. Kalau pun ada yang tahu, ia lebih dikenal sebagai kakak kandung Raden Ayu (R.Ay) Kartini, seorang tokoh emansipasi masa lalu.

Namanya memang tak sepopuler sang adik kandung. Meski demikian, banyak pula yang mengakui Kartono seorang tokoh hebat pada masa itu.

Sebuah buku berjudul “Sedjarah Kebangsaan” karya Moekri Siswojohardjono menyinggung beberapa tokoh dari masa ke masa. Salah satunya adalah Kartono atau Raden Mas Panji (R.M.P.) Sosrokartono yang lahir di Pelemkerep, Mayong, Jepara, tanggal 10 April 1877.

Saat berumur 21 tahun, Kartono dikenal sebagai pribumi pertama yang bisa kuliah di luar Hindia-Belanda, Leiden. Selain itu, ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dan kesayangan para dosen. Kartono tercatat sebagai Poliglot pertama Hindia Belanda, lantaran menguasai 27 bahasa asing dan 10 bahasa Nusantara.

Liputan6.com merangkum sejumlah sumber. Kartono seorang pangeran yang tampan, pandai, gaul, anak orang kaya, terkenal dan juga merakyat.

Perempuan Eropa pada masanya menyebut Kartono dengan si Sosrokartono, “De Mooie Sos” (Sos yang ganteng). Bule Eropa dan Amerika menyebut dia dengan hormat, ‘De Javanese Prins’ (Pangeran Jawa). Pribumi memanggil Kartono saja.

Saat umurnya 40 tahun, Koran Amerika ‘The New York Herald’, memuat artikel Prancis sejumlah 27 kata Kartono dalam empat bahasa (Inggris, Spanyol, Rusia, Perancis). Sebagai wartawan perang, Kartono diiming-imingi pangkat mayor oleh sekutu. Akan tetapi Kartono menolak untuk membawa senjata.

“Saya tak nyerang orang, karena itu saya pun tak akan diserang. jadi apa perlunya bawa senjata?” kata Kartono berdiplomasi, dikutip dari buku ‘Sedjarah Kebangsaan’.

Saat menjadi wartawan itu pula, Kartono sempat menggemparkan Eropa dan Amerika dengan dengan artikelnya mengenai perundingan Jerman dan Perancis. Ia membocorkan perundingan yang begitu dirahasiakan, tertutup dan dilakukan di sebuah gerbong kereta api di tengah hutan.*****

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.