WARSITO : PROYEK MILYARAN BAHAN MATERIAL RA MUTU WARGA GAK TERIMA


journalpolice.id-SRAGEN – Akibat pengerjaan talud yang tidak sesuai Bestek (Besaran Teknis) warga Desa Gilirejo Baru, Kec Miri, Kab, Sragen bergolak kembali, senin (12/11)

Pantauan di lapangan terlihat bangunan yang ada memang sangat memprihatinkan, dimana adanya bangunan talud sepanjang kurang lebih 80 meter ini mudah rapuh dan pudar, di karenakan campuran matrial yang dipakai dengan bahan baku ladu bukannya pasir.

Bandi salah satu warga Gilirejo Baru mengatakan, “Saya dan warga sudah jauh hari mengingatkan agar pengerjaannya proyek talud tersebut di kerjakan sesuai aturan yang ada, kok malah nekat ladu buat campuran, ya warga gak trima” ujarnya.

Sementara itu, warga Desa Gilirejo Baru dan pihak Pemerintahan Desa, Muspika, Polsek Miri, Babinsa, Koramil dan Satpol PP Kec. Miri serta tokoh masyarakat juga mengadakan rapat adanya keluhan warga mengenai proyek tersebut.

Kemudian pihaknya pun juga menampung tentang keluhan yang selama ini di rasakan warga masyarakat Desa Gilirejo Baru.

Wakapolsek Miri Iptu Sukarno mewakili Kapolres Sragen, selaku pembicara dalam rapat tersebut menghimbau agar aspirasi boleh di lakukan namun harus dengan bijak jangan sampai melakukan hal hal yang anarkis.

Ia menambahkan “Semua itu kewajiban masyarakat untuk mengawasi pembangunan tersebut, itu menjadi hak dan kewajiban, namun harus dengan hati yang dingin dan di bicarakan kepada pihak pengembang jangan sampai pihak masyarakat membongkar sendiri talud yang di anggap tidak sesuai Bestek tersebut, semua ada aturannya walaupun itu hak masyarakat,” paparnya.

“Beberapa himbauan yang di sampaikan kepada masyarakat agar keluhan -keluhan yang selama ini di rasakan di sampaikan aspirasinya dengan bijaksana agar tidak terjadi suatu hal yang tidak di inginkan, saya tidak melarang karena itu menjadi hak masyarakat” tambahnya.

Kemudian untuk pengecoran sudah berjalan baik, dilaksanakan juga sesuai speak. Pihak pemerintah desa juga masyarakat ikut senang melihat pengerjaan proyek tersebut.

Terkait masalah komplain Proyek Talud, Kepala Desa Gilirejo Baru Hartono juga menyampaikan, “Bahwa terkait semua atas dasar laporan juga keluhan warga masyarakat, di mana antara berbagai element saling mengingatkan dalam perannya”ungkapnya.

Kades Hartono juga berharap mencapai solusi kebersamaan agar proyek berjalan dengan baik antara pihak masyarakat dengan pemerintah. Dia juga sebelumnya sudah menegur pihak pelaksana proyek juga pemborong imbunya.(red.mjp/rhdyt/sbr.warsito)