WARGA NGANTI RT03 GEMOLONG PROTES HENTIKAN PENDIRIAN TOWER TANPA IJIN WARGA


Journalpolice.id-Sragen , Mediasi Pendirian Tower bersama tak berujung akibat Lurah, pihak pendiri Tower abaikan warga dan sepelekan warga gandu kususnya Rt 03 terkait ijin lingkungan dan sosialisasi sepihak hanya kepada pemilik lahan tanpa melibatkan warga yang kena dampak lalu lintas proyek serta pihak PT.pendiri tower percaya begitu saja dikira warga yang kena dampak proyek, akhirnya warga resah dan menuntut kepada pihak pendiri tower bersama.

Akibatnya ada Sosialisasi ulang yang diadakan di Kantor desa nganti kec.Gemolong di hadiri para pihak diantaranya HENDANG MURDONO, S.STP Sekcam Gemolong, SUWONDO Kades Nganti, BRIPKA PUJIYANTO Bhabinkamtibmas Ds. Nganti, ABDI IWAN Perwakilan dari PT Tower Bersama, Tokoh Masyarakat Ds. Nganti, Warga Dk. Gandu Rt. 003 sekitar 35 orang pada hari jumat 30 november 2018.

Dalam acara sosialisasi tower bersama ini semoga lancar ucap suwondo.

pihak ABDI IWAN dari PT Tower Bersama team PT Tower bersama menuturkan meminta maaf berkaitan dengan pendirian tower tanpa ijin warga setempat karena dikira warga yang selama ini disosialisasikan adalah warga yang berdampak, ternyata salah warga beda RT , dan mengatakan PT.Tower hadir di Nganti ini dalam rangka mendukung program pemerintah terkait kemajuan telekomunikasi.

Penempatan menara telekomunikasi ada titik titik koordinat yang sudah ditentukan oleh operator telekomunikasi dan tidak asal asalan dalam menempatkan menara.

Menara tower ini bukan milik Telkomsel tapi milik PT Tower Bersama dengan kontrak kerja 10 Th.

Dampak tower yaitu radiasi, Konstruksi, Petir, roboh, Batas ambang paparan radiasi tower telekomunikasi sebesar 1 R dan yang akan kita dirikan masih jauh dari batas ambang batas radiasi yakni sebesar 0,01 R dan sudah bersertifikat.

Apabila dampak tersebut terjadi, kami dari pihak PT Tower bersama sudah membuat surat pernyataan untuk mengganti rugi, karena kita sudah asuransikan tower tersebut imbuhnya.

Tanggapan beberapa warga bernama JAMAN menuturkan, Apakah tower yang sudah berdiri tersebut sudah ada ijin pendirian tower, dan kami sudah membuat pengaduan ke pihak PT Tower Bersama tentang pendirian tower tersebut, karena kami sebagai warga terdekat dengan tower belum menerima sosialisasi dan mengetahui ijin lingkungan.

Terkait pendirian tower tersebut kami warga Dk. Gandu Rt. 03, menolak pendirian tower tersebut, karena tidak ada sosialisasi dan kami anggap pendirian tower tersebut ilegal.

Kami menuntut kepada PT Tower Bersama untuk mengganti rugi secara material pelayanan kesehatan, fasilitas umum, bagi hasil CSR.

warga lain SUPARMAN menuturkan Kalau tadi dari PT Tower bersama mengatakan sudah melaksanakan sosialisasi sebanyak 3 kali itu kapan dimana dan siapa saja yang diundang, karena saya merasa belum pernah menghadiri sosialisasi sampai tower tersebut berdiri.

Kami juga mendengar bahwa warga pemilik sawah yang berdekatan dengan tower tesebut mendapatkan uang.

Apakah dalam pemberian kompensasi sudah disepakati dan di putuskan dan apakah sudah ada persetujuan dari warga Gandu Rt. 03 tentang pendirian tower.

Perwaklian dari PT.Tower merasa Tahapan pertama sudah melakukan sosialisasi di rumah Pak SAMIN pemilik lahan sawah bersama 13 KK termasuk perwakilan dari karang taruna pada saat pengukuran radius sejauh 42 m.

Pada tgl 16 November 2018 di rumah Pak Rt. 03, kami juga melakukan sosialisasi yang dihadiri oleh warga Gandu Rt. 03.

Terkait dana kompensasi kami sudah berpatokan pada kesepakatan yang pertama pada waktu pengukuran radius.


Kami mohon maaf karena setelah tower berdiri terjadi miskomunikasi karena tanah yang di dirikan tower tersebut bukan tanah milik penggarap yang sah, dan nanti kita akan ukur ulang terkait pengukuran radius.

Terkait tuntutan warga, memang kami sejalan dan sudah kita renacanakan dalam kompensasi diluar dampak radius, dan baiknya kami menyarakan agar membuat proposal ungkapnya.

Terkait kompensasi atas kerugian jalan saat pendirian menara tower itu menjadi tanggung jawab pihak operator dan kita akan menyampaikanya imbunya.

Beberapa tanggapan warga lain yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan jika semua dari awal transfaran gak ada masalah namun nasi telah menjadi bubur,
warga kecewa terutama warga rt 03 tidak di hargai (ora di uwongke) disepelekan oleh pemilik lahan yang dipakai tower,Lurah serta kontraktor Tower sehingga warga yang kena dampak langsung atau tidak langsung kecewa akibat pembangunan Tower itu diduga ijin juga belum keluar belum ada Soasialisasi, kompensasi,persetujuan lingkungan dari warga

termasuk Jumlah Operator jaringan seluler yang akan bertengger di tower bersama tersebut.

Bahkan warga sudah melayangkan surat kepada DLH Kab.Sragen untuk menindak lanjuti terkait tuntutan serta mempertanyakan ijin Lingkungan dan amdal lalin.(red.mjp/rhdyt.komando)