banner 468x60

WARGA DEMO KANTOR DESA KANDANGSAPI JENAR KARENA GERAM

54 views
banner 160x600
banner 468x60


JP_Sragen-Massa lebih kurang 50 orang rencana menggelar aksi demo depan kantor Pemerintahan Desa Kandangsapi Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen, Selasa (05/11/2019) sekitar pukul 09.00 WIB oleh kelompok warga masyarakat terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh Pandu mantan Kepala Desa Kandangsapi.

Aksi warga yang dikoordinatori Supardi dan Agus itu terpaksa tertunda serta dijaga ketat oleh puluhan aparat keamanan TNI/Polri yang dimana belum memenuhi unsur atau prosedur, harapan warga menuntut agar mantan Kepala Desa Kandangsapi Pandu segera diproses hukum.

“Kami menduga anggaran senilai Rp98.000.000 telah dikorupsi oleh oknum Kepala Desa (kades) semasa menjabat. Bukan saja itu, terbukti kwitansi kompensasi dari rekanan dan pekerjaan fisik yang diberikan tidak dilaksanakan,” katanya.

Terkait dengan laporan masyarakat itu pihaknya masih melakukan klarifikasi dan mendesak dengan pemerintah Desa. Setelah apa yang menjadi laporan itu ditemukan pelanggaran harapan warga adanya penegakan hukum.

Ditambahkan lagi menurut keterangan beberapa warga bahwa juga adanya indikasi upaya dari pihak Kepala Desa Pandu kala menjabat dimana dugaan perihal tentang membuat sertifikat tanah kas menjadi milik keluarga besarnya sendiri sejumlah 9 bidang, akan tetapi terhenti dikarenakan dari Sekdes tidak mau bertanda tangan demi melancarkan aksi jahatnya.

Hal serupa juga disampaikan Supardi (50), sebagai warga yang tinggal di Desa Kandangsapi tentunya semua yang terjadi diketahui misalnya yang terakhir adanya penarikan PTSL dan sempat menjadi tanda tanya para warga.

“Kami sebagai masyarakat yang tinggal dilokasi itu tentunya lebih banyak tahu atas tindakan oknum Kepala Desa. Selain itu adanya dugaan pungli terkait penarikan PTSL, dulu pada rapat kesepakatan bersama ditarik Rp650.000, tapi kenapa setelah jadi kok Rp850.000,” jelasnya.

Menurutnya, warga Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar akan terus mengawal dugaan kasus korupsi yang menjerat Kepala Desanya, Pandu biarpun yang saat ini terpilih kembali di Pilkades 2019.

“Menurut kami fungsi control Pemerintahan dinilai kurang. Hal ini terbukti sekian banyak laporan warga tidak ditanggapi serius.” terangnya.

Disisi lain, Kapolsek Jenar AKP Ali Makmun bersama jajaran berupaya meredam gejolak dan langkah warga secara bijak serta memberi arahan.

Dalam pengarahannya Kapolsek mengungkapkan sangat berterimakasih kepada segenap pihak warga masyarakat Desa Kandangsapi dimana telah menjaga kekondusifan dan keamanan pada khususnya masyarakat atas fungsi kontrolnya.

“Kami selaku penegak hukum bekerja sesuai apa yang menjadi laporan bila itu dilaporkan oleh warga. Kami bukan menghalangi, tapi ini demi kebaikan warga .

Bila ada perkembangan kasus pihaknya tidak akan diam dari apa yang dilaporkan.

Terkait adanya dugaan korupsi tentunya kami fokus, siap dan upaya mendampingi warga dalam menyampaikan aspirasinya,” jelasnya.

Kapolsek Jenar AKP Ali Makmun memberi pengarahan warga, dimana tujuan nantinya untuk memastikan agar kasus dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Desa Kandangsapi berjalan sesuai harapan warga dan bisa diusut tuntas serta menemukan titik terang.

“ Sekali lagi perihal aduan kasus di Desa Kandangsapi, kami akan klarifikasi. Namun bila ada kemajuan klarifikasi baru masuk ke tahap pemeriksaan.

Saya harapkan jika ada temuan silahkan melaporkan kembali dengan diperkuat bukti-bukti yang akurat, dan kami siap mendampingi sampai Polres dan melangkah sesuai hukum yang berlaku.” imbuhnya.( sbr:awi,yudi )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.