banner 468x60

Wapada Dengan Regenerasi Eks Kelompok Radikal, Ponco : Negara Jangan Kalah

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | Jakarta – Permasalah demi permasalahan dinegeri ini nampaknya belum juga usai, selain pandemi yang entah kapan berakhir, korupsi yang sudah menjadi budaya seakan sudah mendarah daging bagi elit politik yang memegang kekuasaan, belum lagi masalah radikalisme sampai saat ini belum juga tuntas sampai ke akar akarnya.

Kelompok radikalisme sendiri begitu tumbuh subur dinegeri ini, contohnya saja Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dengan berbalut agama, mereka bertindak dan bertentangan dengan Pancasila, dengan sikap bar bar baik dari anggota sampai pimpinan elitnya yang bernaung di salah satu partai politik Partai Keadilan Sosial (PKS) dengan perlahan merong rong kedaulatan negeri ini.

Terkait permasalahn radikalisme dan partai politik PKS serta HTI, ada hal menohok yang disampaikan salah satu Pejuang NKRI, beliau adalah Ponco, yang tanpa takut mengungkapkan bahwa FPI, HTI adalah ormas harus dibumi hanguskan dari muka bumi ini yang berlindung di tubuh partai politik PKS.

” Negara ini tidak boleh kalah dengan ormas ormas seperti FPI, HTI yang bertentangan dengan pancasila, dan jangan sampai ada regenerasi baru, jangan kasih ruang, begitu juga partai politik yang menaunginya.” Ungkap Ponco

Bukan tidak mungkin benih benih eks kelompok radikalisme tumbuh di negeri ini, jadi kepala negara maupun capres capres yang akan datang untuk menggaris bawahi permasalahan ini.

” Saat ini, Negeri ini butuh sosok pemimpin yang berkomitmen memberantas kelompok ormas radikal yang akan memecah belah kedaulatan negara.” Imbuhnya

Contohnya kemarin di Depok, bulan Agustus ini yang sebentar lagi Indonesia merayakan kemerdekaan, ada kelompok yang memanfaatkan momen dengan mengibarkan bendera negara lain. Ini adalah bentuk pembangkangan.

” Kelihatanya sepele, tapi ini ancaman serius, negara yang mewajibkan rakyatnya mengibarkan bendera merah putih, dengan terang terangnya ada kelompok yang mengibarkan bendera negara lain.” Pungkasnya

( Yusuf / Doni / Didi’ )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.