banner 468x60

Wanita Muda Asal Tanon Sragen Jadi Korban Kekerasan di Boyolali, Hendak Menagih Hutang Malah di Aniaya dari Orang yang Ditagihnya Sendiri

banner 160x600
banner 468x60

BOYOLALI – Kekerasan menimpa seorang wanita muda M asal Tanon Sragen dilakukan D pria asal Klego Boyolali. Saat ini korban melaporkan di Polres pada hari Jumat 4 Maret 2022 nomor pelaporan STTLP/74/III/2022/Reskrim didampingi BPAN (Badan Penelitian Aset Negara) Aliansi Indonesia.

Diceritakan korban kejadian bermula dari menagih hutang tetapi bukannya dibayar tapi menghajar korban.

Laporan polisi dilayangkan bersama alat bukti, visum bersama saksi.

“Ini adalah bukti laporan saya, hasil surat bukti laporan kepolisian saya di mana saya telah melaporkan (D) atas tindakan penganiayaan yang dilakukan, beserta hasil atau kwitansi visum saya di RS,” katanya.

M menjelaskan kronologis dugaan penganiayaan yang dilakukan D terhadap dirinya. Dia mengaku mendatangi rumah pelaku karena menagih janjinya selama ini dari tahun 2021 sejumlah Rp 15.000.000 yang katanya pinjam untuk bisnis makelaran sepeda motor. Janji selalu molor dan tidak tepat. Sementara, guna menanyakan hal tersebut. Setibanya di lokasi, belum sempat musyawarah pelaku sudah main menghakimi.

“Saya hampiri rumah dan ketemu keluarganya, saya bilang menagih sesuai janjinya tanggal 3 maret, pas saya dirumah D ada ibu juga adiknya yang akhirnya menelponkan karena orangnya tak ada dirumah. Sesaat usai ditelpon kluarganya D pulang dalam keadaan sudah mabuk dan tiba-tiba mengamuk saya tanpa ada basa-basi. Tanpa rembug apa-apa D akhirnya langsung menampar saya, memukul saya secara terus menerus dan menendang serta mengamuk membabi buta. Akhirnya saya berusaha keluar dari rumah itu, dan langsung minta tolong 2 teman saya yang mengantar untuk langsung cepat pergi,” tuturnya.

Atas insiden tersebut, M mengalami luka memar/lebam. Usai dari lokasi tersebut 2 temannya akhirnya membawa korban kerumah sakit Assalam untuk dilakukan pengobatan dan visum.

Terpisah, Ketua DPD BPAN LAI Jateng Yoyok Sakiran saat dikonfirmasi mengatakan informasi diterima saat BPAN LAI Sragen menerima aduan kasus yang berada di TKP wilayah hukum Kabupaten Boyolali.

“Dari Sragen menghubungi saya terkait kasus tersebut, berhubung korban adalah warga Sragen karena kejadian di Boyolali memang kami sondingkan pada BPAN LAI Boyolali untuk sinerginya,” ungkapnya.

Adapun saat disinggung soal pelaporan ke pihak kepolisian tentang kejadian kekerasan tersebut DPD BPAN LAI Jateng akan membantu memonitoring.

“Intruksi saya lanjutkan, kasus dikawal terus hingga pengusutan dan pengembangan kasus sampai tuntas. Mohon sinerginya Polri, BPAN Boyolali agar BPAN LAI Sragen dibantu demi Satu Komando kita di Jawa Tengah.” Imbuhnya.

Joko, perwakilan dari Divisi Boyolali saat dikonfirmasi awak media juga menyampaikan telah mengawal pihak BPAN Sragen bersama para korban hingga usai pemeriksaan oleh pihak Reskrim.

Joko mengatakan korban sudah menjalani pemeriksaan pertama saat pelaporan diruang pidum Reskrim Polres Boyolali.

“Siang kemarin itu korban bersama beberapa tim Sragen koordinasi berkunjung ke markas Boyolali hingga korban dan saksi dengan detail menceritakan kejadiannya. Bahkan langkah kami sudah melalui petunjuk juga koordinasi baik DPD Jateng Yoyok Sakiran, Ketua BPAN LAI Sragen Awi juga Ketua BPAN LAI Boyolali Maryono, hingga usai pemeriksaan diruang Polres Boyolali,” terangnya.

Korban mengalami kekerasan setelah ada yang memberitahu dari pihak Sragen terkait kejadian diwilayah Boyolali. Seketika pihaknya menyiapkan berbagai pemberkasan untuk sonding pihak Polres Boyolali.

Sementara itu, Awi selaku Ketua BPAN LAI Sragen juga mengatakan pihaknya selain menyikapi juga telah berkoordinasi pada DPD Jateng dan tim Boyolali untuk bersinergi membantu pengawalan kasus tersebut.

“Benar pihak kami menerima aduan dari korban bersama rekan/saksi yang melihat adanya kejadian. Biarpun korban warga sragen karena lokasi kejadian diwilayah Boyolali, saya ijin pihak DPD Jateng untuk kami sondingkan tim Boyolali untuk menanggapi laporan tersebut,” ucapnya.

Adapun saat disinggung soal pelaporan ke pihak kepolisian tentang kejadian kekerasan yang terjadi, BPAN akan terus mengawal hingga pengusutan dan pengembangan kasus sampai tuntas bersama kepolisian. (Tim)

(Untuk keberimbangan berita dan sesuai kode etik jurnalistik, terkait artikel rilis berita dibuat bersambung baik konfirmasi dan koordinasi keberbagai pihak).(red)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.