banner 468x60

Tunda Bayar Tagihan Kartu Kredit…!!! Jika Tak Ada Kuasa Khusus Direktur Tak Boleh Tagih Nasabah

banner 160x600
banner 468x60

Jogjakarta, JP, Ini yang harus kamu pahami terlebih dahulu gaes…!!!
yang menerbitkan kartu kredit adalah Bank;
Bank tersebut pastinya berbentuk P.T. (Perseroan Terbatas) gaes;
dalam undang-undang P.T. (Perseroan Terbatas) yang boleh mewakili perusahaan serta yang bertanggung jawab penuh adalah sang direkturnya;
Pasal 1 angka 5 UUPT nomor : 40 tahun 2007 :

5.
Direksi adalah Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

kalau sang direktur tersebut lagi sibuk maka dapat saja diwakilkan kepada orang lain dengan memberikan/ membuat surat kuasa kepada seseorang/ kepada siapapun; Pasal 103 UUPT nomor : 40 tahun 2007 : Direksi dapat memberi kuasa tertulis kepada 1 (satu) orang karyawan Perseroan atau lebih atau kepada orang lain untuk dan atas nama Perseroan melakukan perbuatan hukum tertentu sebagaimana yang diuraikan dalam surat kuasa.

dalam persoalan ini, saat sang direktur memberikan kuasa untuk mewakilinya maka surat kuasa tersebut harus bersifat khusus dan tidak boleh bersifat umum ;Pasal 1795 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”), menjelaskan bahwa pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus yaitu hanya mengenai satu kepentingan tertentu atau lebih.

Dalam surat kuasa khusus menjelaskan tindakan-tindakan apa saja yang boleh dilakukan oleh penerima kuasa.
penjelasan surat kuasa khusus pasal 1795 KUH Perdata berdasarkan versi saya ya gues : isi surat kuasa tersebut akan mencantumkan namamu, ada jumlah tagihan kartu kredit beserta rinciannya dan ada nomor kartu kreditmu misalnya : 007.123.344.***.***, pastinya ada alamatmu, ada juga nomor HP-mu, singkatnya akan diisi selengkap-lengkapnya mengenai data dirimu agar kamu ngak bisa mengelak atau ngeles lagi gues.

Okey gues…. karena kamu sudah punya poin-poin di atas maka kamu akan dengan mudahnya berimprovisasi di lapangan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menunda pembayaran hutang kartu kredit :
jangan dulu mendatangi Bank untuk bernego;
sampaikan belum punya duit gaes kalau ditanya (ngak perlu di ajari ya gues…);
bila ada penagihan melalui telpon sebaiknya diabaikan dan lupakan saja, karena belum tentu benar (bisa saja yang menelpon tersebut adalah oknum yang mengaku seolah-olah dari pihak Bank).

Untuk membuktikan kebenarannya ajak sipenelpon ketemuan agar bisa tatap muka dengan membawa surat tugas dan surat kuasa khusus dari sang direktur (biasanya tidak akan penah mau di ajak ketemuan dengan membawa surat tugas dan surat kuasa khusus dari sang direktur tersebut… dijamin…!!!!);

kamu seharusnya menari-nari dan bergembira ria apabila penagih menghubungi orang-orang dekatmu gues, karena hal tersebut bisa di laporkan ke OJK gues; Surat: Ditujukan kepada Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Beralamat di Menara Radius Prawiro, Lantai 2 Komplek Perkantoran BI, Jl. MH. Thamrin No. 2, Jakarta Pusat 10350, Telepon: 157 (Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB, kecuali hari libur), Email : konsumen@ojk.go.id, Form pengaduan online :

http://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan.
apalagi penagih dalam mendapatkan nomor-nomor telpon keluarga dan temanmu secara ilegal gues, maka dipastikan akan berurusan dengan UU ITE; Pasal 32 UU ITE ngomongnya kayak gini gues :

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada Sistem Elektronik Orang lain yang tidak berhak.

Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan terbukanya suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat rahasia menjadi dapat diakses oleh publik dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana mestinya.

ini temennya pasal di atas : Pasal 48 UU ITE ngomongnya seperti ini gues :

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). SEREM NGAK gues…!!

tidak akan pernah terjadi seorang direktur mendatangi dirimu hanya untuk menagih hutang kartu kredit; kalau emang ada berarti sang direktur kurang kerjaan ya gues;

apabila ada orang yang datang mewakili pihak perusahaan untuk menagih maka minta surat kuasa khusus dari sang direktur;

isi surat kuasa khusus tersebut harus bersifat khusus seperti yang sudah dijelaskan di atas gues;

seandainya manusia yang mendatangimu tersebut tidak bisa menunjukan surat kuasa khusus dari sang direktur atau isi surat kuasa khusus tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang, maka sebaiknya manusia tersebut di traktir minum kopi saja gues atau kalau dia masih ngeyel laporkan saja kepada pihak yang berwenang karena sudah ada unsur pidananya;

fokuslah pada Pasal 1 angka 5 UUPT nomor : 40 tahun 2007, hanya sang direktur yang boleh memberikan kuasa kepada orang lain, bukan saya apalagi kamu gues….!!!

Tapi gues kalau duitmu sudah banyak lunasilah tagihan kartu kreditmu beserta kartu kredit teman-temanmu juga gues…!!!

Demikian pasti bermanfaat.

Sumber penulis novi ramdhani
( Jalu Jp Jogja )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.