banner 468x60

Terpidana 3tahun !! Kasus 378 Tidak Di Tahan Diduga Ada Main Oleh Oknum JPU Kejaksaan Negeri Demak ??

banner 160x600
banner 468x60


JournalPolice.Id | Demak, – Proses hukum terhadap Kepala Desa Kendalasem NF yang ditetapkan terpidama kasus 378 diputus 3tahun penjara akan tetapi masih bisa aktifitas di kantor desa, serta diduga ada kejanggalan.

dari hasil penelusuran awak media Journal Police Jepara selasa, 01/03/22 saat mendatangi kantor Desa Kendalasem ternyata NF tidak ada di tempat dan dari keterangan salah satu perangkat Desa katanya Kades NF ada dirumah lalu tim media Journal Police mendatangi rumah Kades NF ternyata benar, pak Kades ada dirumah kami bertemu dan diterima dengan baik oleh Kades Kendalasem NF.

Selanjutnya kami langsung investigasi terkait perkembangan kasus yang menimpaNya dengan santainya Kades menjawab bahwa dia tidak bersalah dan kasusnya sudah tidak dipikirkan lagi olehnya, bahkan dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media JP kades Kendalasem NF merasa seolah kasusnya sudah disetting, sudah ada pengkodisian, jelasnya.

Kades NF juga menjelaskan terjadinya perjanjian kontrak tersebut, berawal dari pihak Korban IY dikenalkan oleh seorang teman kepadanya, yang pada akhirnya sepakat melakukan perjanjian kerjasama pada tanggal 22 September 2018, pada saat itu IY cek benar ada banyak garam digudang Kades NF, korban IY percaya karena NF seorang Kades, dalam pembicaraan Kades NF juga mengatakan “aku iki Kepala Desa ora mungkin ngapusi” sehingga membuat Korban IY semakin percaya.

Setelah beberapa bulan berjalan korban mendatangi gudang Kades NF dan mendapati bahwa gudang itu kosong tidak ada garam lagi, korban mempertanyakan dimana garam tersebut kepada yang bersangkutan, namun tidak ada respon, selanjutnya IY melaporkan Kades Najmul Fatah ke pihak Polres Demak, pada tanggal 19 Juni 2019 tentang peristiwa yang dialaminya diduga terjadi tindak pidana penipuan dan atau penggelapan tersebut, sesuai dengan pasal 378 KUHP dan 372 KUHP.

Selaku Kepala Desa Kendalasem Demak NF telah melakukan tindak pidana penggelapan dan penipuan, dimana yang bersangkutan telah menerima total uang sebesar 500 juta dari korban yang bernama Ida Yuvita guna pembayaran pembelian garam dengan jumlah tonase 400 ton, yang dititipkan di gudang Kades Kendalasem NF dengan maksud untuk disimpan sementara waktu menunggu harga garam naik dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Proses hukum terus berjalan dan sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Demak tanggal 16 April 2020 nomor : 1/Pid.B/2020/PN.Demak, yang berbunyi bahwa menyatakan terdakwa Najmul Fatah Bin H. Nur Ahmad terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa penjara selama 2 tahun enam bulan.

Karena tidak terima keputusan dari hakim Pengadilan Negeri Demak, lalu Najmul Fatah pada tanggal 23 April 2020 terdakwa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Semarang melalui pengacaranya terhadap putusan Pengadilan Negeri Demak tersebut.

Hasil keputusan banding di Pengadilan Tinggi Semarang per tanggal 24 Juni 2020 Nomor 226/PID/2020/PT.SMG terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman selama 3 tahun.

Anehnya, saat dikonfirmasi oleh media JP di kediamannya mengapa tidak ditahan ?…., NF menjawab karena mengajukan permohonan penangguhan penahanan, “Saya menjadi tahanan kota dengan jaminan uang 50 juta yang diserahkan kepada Hakim melalui pengacara saya, dan juga jaminan keluarga serta Camat Wedung,” ungkapnya, dengan adanya jaminan tersebut maka, terdakwa masih bisa melayani masyarakat sampai saat ini.

Selanjutnya Rabu 02/03/22 awak media Journal Police melakukan Investigasi di Kejaksaan Negeri Demak dengan kasipidum sekitar jam 13.30 diwakili oleh salah satu rekan media. Kasipidum saat ditanya terkait perkembangan kasus kades Najmul Fatah Kades Kendalasem beliau ( kasipidum) memberikan keterangan bahwa kasasi dari Kades Najmul Fatah ditolak dan saat ini sedang upaya mengajukan PK ( peninjauan kembali ), dalam keterangan Nya Kasipidum juga mengarahkan kepada jaksa yg menangani perkara tersebut Bu Een akan tetapi jaksa yang bersangkutan sedang ada jadwal sidang sehingga awak media JP belum bisa bertemu, Kasipidum menyarankan untuk datang kembali hari senin pungkasnya.

Dari Kejaksaan Demak tim awak media JP mendatangi Camat Wedung untuk meminta keterangan konfirmasi terkait masalah Kades Kendalasem karena dia (Camat), menjadi salah satu penjamin dari Kades Najmul Fatah, dari keterangan Camat Wedung semua itu dilakukan supaya pelayanan di Desa tetap berjalan, cuma itu alasanya mengingat Kades Kendalasem itu masih baru, saya menjamin hanya pada saat proses hukumnya…terang Camat

Semuanya sudah jelas bahwa penjaminan yang dilakukan oleh Camat Wedung hanya selama proses hukum Kades Najmul Fatah berjalan, jika sudah ada keputusan dari pengadilan dan dinyatakan bersalah seharusnya Kades Najmul Fatah di tahan, jika sampai saat ini belum ditahan ada apa dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU),
Apabila seorang telah dinyatakan bersalah dan hakim pengadilan memutuskan hukuman maka status dari terdakwa menjadi terpidana. Dalam hal ini terpidana Najmul Fatah Kades Kendalasem Demak tidak ditahan ada apa……?? Apakah hukum bisa dipermainkan, jangan sampai kasus Najmul Fatah ini menciderai nama baik Kejaksaan Negeri Demak.

Media Journal Police akan mengawal terus perkembangan kasus NF Kades Kendalasem Demak sampai kepastian hukum untuk NF benar-benar ditegakkan.
(Red.Jmk/bgs)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.