banner 468x60

Terkait Laporan LPKSM Putra Lawu : Sekda Blora Angkat Bicara, Soroti Empat Hal Masalah Pencemaran

banner 160x600
banner 468x60


Journalpolice.id, Blora – Pengaduan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Putra Lawu terkait dampak lingkungan PT. AKS akhirnya mendapatkan respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, kali ini Sekda Blora mengundang perwakilan LPKSM Putra Lawu untuk audiensi di ruang rapat Sekda.

Audiensi yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekda Blora I Komang Gede Irawadi, yang dihadiri oleh DLH Blora, Bappeda Blora, DPMPTSP Blora dan Assisten Bidang Perekonomian Sekda Blora, LPKSM Putra Lawu serta Lilik Yuliantoro sebagai aktivis lingkungan.

I Komang Gede Irawadi mengimbau agar tidak ada pihak yang dirugika, hal ini disampaikannya saat menggelar audiensi, Senin (09/08) kemarin.

Komang meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora agar segera menindaklanjuti dengan duduk bersama antara managemen PT. AKS, LPKSM Putra Lawu sebagai pengadu, masyarakat sekitar, dinas perijinan, Bappeda serta dinas terkait untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan ini.

“Saya tadi melihat ada laporan pencemaran lingkungan, serta ada pula masalah perijinan. Saya sudah minta kepala DLH agar secepatnya ditindaklanjuti, karena bagaimanapun pencemaran lingkungan itu jangan sampai terjadi apalagi merugikan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Pihaknya berharap, permasalahan ini segera menemukan solusi sehingga cepat diselesaikan. Meski demikian, dirinya mengimbau dari permasalahan ini tidak ada yang dirugikan.

“Kalau memang betul bukti-bukti tadi bahwa debu sampai begitu banyaknya di rumah warga, ini kan kasihan masyarakat kita. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dapat diselesaikan. Yang penting kan jangan sampai masyarakat kita dirugikan gitu lho,” tandanya.

Selain itu, dalam audiensi dirinya menyoroti adanya empat hal yang harus diurai satu persatu, mulai dari pencemaran lingkungan, internal perusahaan (tenaga kerja), perizinan dan peraturan daerah.

Sementara itu, Danit Sasmarwan selaku biro hukum dari LPKSM Putra Lawu mengaku bahwa surat pengaduannya dilayangkan pada tanggal 5 Juli lalu namun baru kali ini dilakukan audiens.

“Pertama kali ditanggapi dari DLH yang meninjau lapangan pada tanggal 27 Juli kemarin, sedangkan audiens baru pertama kali ini,” kata Danit.

Dia pun masih menunggu hasil pemeriksaan limbah dari laboratorium untuk mengetahui kategori kadar bahayanya. Ia juga berharap semua pihak bisa mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Jadi ini proses sudah berjalan supaya nanti semua pihak bisa mengawal. Ini masih menunggu pemeriksaan lab untuk sampel limbah . Tadi ada keterangan bahwa limbah ini akan diprioritaskan untuk bisa diselesaikan. Semua stakeholder itu diikutkan dan semua bisa mendapatkan manfaat dan tidak ada yang dirugikan,” lanjutnya.

Selain Danit, Ketua LPKSM Putra Lawu Pos Komando Blora Prasetyo Budi Utomo juga menambahkan bahwa permasalahan ini tidak cukup sampai kepada audiensi, akan tetapi akan dibawa keranah peradilan dan kepolisian.

“kalau memang pemkab tidak bisa menyelesaikan, akan kami lakukan upaya hukum, baik peradilan maupun kepolisian, dalam peraturan sudah diatur di dalamnya,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah masyarakat mengeluh adanya limbah dari pabrik penggilingan padi dan jagung di Kamolan Kecamatan Blora kota. Mayoritas warga mengeluhkan mata kelilipan, sesak napas dan kulit gatal jika melewati pabrik saat beroperasi.

Berdasarkan pantauan di sekitar pabrik, banyak partikel-partikel warna hitam yang menumpuk tebal di selokan (abu sekam) dekat pembuangan limbah.

Sedangkan dedaunan pohon di dekatnya, tampak warnanya putih (slawer). (Prasetyo, JP)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.