banner 468x60

Tanpa Rasa Kemanusian, Pemdes Bumiayu Pati Bertindak Arogan

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id, Pati – Nasib yang di alami saudara Gwitara Riyanto atau yang akrab disapa Ari warga Desa Pohijo, kecamatan Margoyoso kabupaten Pati, Jawa Tengah yang mengadu nasib dengan berjualan menyewa warung di jalan Pati – Tayu tepatnya di Desa Bumiayu, Dukuh Bapoh, kecamatan Wedarijaksa, kabupaten Pati pupus di tengah jalan.

Pasalnya, warung yang ditempati sejak 2016 lalu yang menjadi sumber pendapatan sehari-hari dibongkar paksa oleh pemerintah desa Bumiayu dan di saksikan sejumlah aparat penegak hukum berseragam lengkap, padahal selama bertahun tahun menempati warung tersebut tidak pernah terjadi masalah.

Pemilik tanah dengan SHM No.997 H. Ghufron Halim asal Desa Kajen, Margoyoso, Pati dan sesuai di surat pemberitahuan yang dibuat pemdes Bumiayau tertanggal 8 Sepetember 2020 yang ditujukan kepada saudara Ari, bahwa Pemdes Bumiayu mendapat laporan dari H. Ghufron Halim terkait bangunan yang berdiri diatas tanahnya dan dalam tempo 2 hari untuk segera membongkar semua bangunan sampai pukul 12;00 siang.

“Saya hanya diberi waktu 2 hari oleh pendes Bumiayu untuk segera mengosongkan bangunan tersebut, dan saya juga diberi uang sebesar 2juta oleh H. Hhufron Halim, akan tetapi saya tolak karena jumlahnya tidak sesuai.” Ungkap Ari dengan mata berkaca kaca, Kamis (10/9/2020)

Menurut Ari, tanah yang ditempati bukan hanya milik H. Ghufron Halim,melainkan sebagian lahan milik negara. Akibat kejadian tersebut, keluarga Ari mengalami trauma dan tekanan batin terutama istri dan anaknya yang masih balita,” saya dulu menempati bangunan warung tersebut membeli dari seseorang, tetapi kenapa tanpa musyawarah yang dihadiri pihak pihak terkait, Kades mengambil keputusan yang sangat merugikan?. Seharusnya yang dibongkar kan bangunan yang berdiri di tanah milik H. Ghufron Halim saja?.” Ujar Ari lirih

Dijelaskan Ari, dirinya sudah meminta kelonggaran kepada Kades Bumiayu untuk memgosongkan dan membongkar bangunan yang berdiri diatas tanah H. Ghufron Halim, akan tetapi hal tersebut tidak digubris oleh Kades,” saya sudah minta kelonggaran waktu untuk mengosongkan dan membongkar bangunan, namun hal itu tidak digubris oleh Kades.” Jelas Ari dengan tangan gemetar

Menaggapai hal tersebut, anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ganas Pati, Suwarno angkat bicara. Menurutnya apa yang dilakukan pemdes Bumiayau tidak berperikemanusian serta tidak menedepankan rasa emapati sesama manusia.

“Tindakan Kades Bumiayau sangat arogan, tidak mengedepankan rasa kemanusian, apalagi saudara Ari punya anak kecil yang masih balita, dimana rasa kemanusian sang Kades.? Mungkinkah hatinya sudah membatu?.” Ujar Suwarno dengan lantang

Sangat disayangkan sikap seorang pemimpin yang seharusnya bisa memberikan solusi, mengayomi dan bersikap adil dan bijaksana, namun hal itu tidak terjadi pada Pemdes Bumiayu,” meskipun Ari dan keluarganya bukan warga Bumiayu, seharusnya Kades mengedepankan rasa kemanusiaan apalagi saudara Ari punya anak yang masih balita.” Cetus Suwarno.

Dikabarkan, saudara Ari beserta anak istri saat ini tinggal dan ditampung sementara di salah satu kantor LSM di kota Pati sampai mendapat tempat tinggal yang layak.

( suf )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.