banner 468x60

Tak Kooperatif dampak limbah pabrik PT. AKS, warga : Tutup atau Pindahkan.

banner 160x600
banner 468x60


Journalpolice.id, Blora – Berawal dari pengaduan masyarakat kepada LPKSM Putra Lawu Pos komando Blora, terkait pembuangan limbah PT. AKS yang berada di Desa Kamolan Kecamatan Blora Kabupaten Blora.

Dampak dari pembuangan limbah tersebut tidak hanya kepada pengguna jalan Banjarejo-Kamolan akan tetapi juga sampai ke rumah warga yang berada di sekitar lokasi. Menurut keterangan beberapa orang pengguna jalan, saat melintasi lokasi sekitar PT. AKS, mata mereka merasa perih karena kemasukan partikel partikel kecil yang diduga merupakan limbah yang berasal dari perusahaan tersebut.

“ketingal mboten pak, niki kelilipen kulo, angger lewat mriku (samping gudang) mesti ngenten niki pas lewat (kelihatan tidak pak, ini saya kelilipan, pasti seperti ini setiap lewat sana, red). “ kata warga desa Gedongsari (inisial R) saat melintas lokasi perusahaan.

Lain lagi dengan DA, warga Kamolan yang juga sering melintas jalur tersebut. Dirinya menuturkan bahwa hampir selama satu bulan matanya mengalami iritasi karena terkena dampak pembuangan limbah PT. AKS.

“Hampir satu bulan mas,baru sembuh, kemasukan slawer (kulit ari jagung, red) saat melintas samping gudang perusahaan, mata saya merah dan gatal. “tutur DA kepada awak media.

Majianto selaku kepala desa Kamolan juga mengetahui akan hal itu, dirinya bersedia untuk memfasilitasi mediasi dengan PT . AKS jika ada pengaduan dari warga, bahkan dirinya juga menjelaskan di tahun 2019 juga pernah ada demo warga di PT tersebut.

“Belum ada warga yang mengadu, dulu (2019) pernah ada demo, akhirnya warga diterima menjadi pegawai di PT itu “. Jelas Majianto.

Sementara itu, ketika mencoba klarifikasi ke pihak PT. AKS. Awak media hanya bertemu dengan salah satu satpam yang berjaga di pintu gerbang perusahaan.

“coba tunjukkan surat tugas dan keterangan vaksin, nanti saya bawa ke pimpinan. Kalau tidak ada itu, tidak boleh masuk”. Kata satpam PT. AKS
Sebelumnya, awak media mencoba mendatangi rumah salah satu warga yang berada di sekitar PT. AKS.

YTM merupakan warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan perusahaan tersebut. Pria yang berumur sekitar 65 tahun ini menyebutkan bahwa tidak hanya slawer, akan tetapi ada lagi partikel kecil seperti pasir yang berwarna hitam jika terkena kulit menjadi gatal, belum lagi bau tidak sedap yang berasal dari kandang ayam yang diduga merupakan milik PT. AKS.

“leres niku pak, mboten namung slawer, wonten malih kados wedi wernone ireng, ben dinten nyaponi terus, dereng malih ambune kandang pitik (benar itu pak, tidak hanya slawer, ada lagi seperti pasir warnanya hitam, setiap hari nyapu, belum lagi bau dari kandang, red). “sebut YTM saat dijumpai dirumahnya. (21/7)

Kondisi seperti itu dirasakan oleh YTM sejak 2010 silam, dirinya berharap agar dapatnya PT. AKS ini ditutup atau berpindah lokasi yang jauh dari pemukiman warga.

“nek saget ditutup nopo dipindah teng kidul mriko (kalau bisa ditutup atau dipindah di selatan sana)”. Tutupnya.
(Prabu, JP)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.