banner 468x60

SUARA RAKYAT : PELAKU USAHA TOWER JANGAN ANGGAP REMEH IJIN LINGKUNGAN WARGA BERAKIBAT FATAL

banner 160x600
banner 468x60


JP-pantauan awak media terkait Pendirian Tower yang didirikan di desa ganti kec.gemolong telah terjadi kesalahan fatal karena tadi pagi jum’at jam 09.15 wib datang perwakilan dari warga yang tidak mau disebut namanya mendatangi lagi ke kantor DLH Kab.Sragen saat ditemui petugas UPT DLH lalu menjelaskan bahwa laporan yang keberatan atas pendirian tower oleh warga Ds Nganti pada tanggal 29-11-2018 kemarin juga bingung karena Dinas Lingkungan hidup juga merasa belum memberi ijin, petugas lalu meminta maaf atas keterlambatan respon ats laporan ke Kantor kami karena kami belum di mintai ijin pendirian tower pak terangnya.

Dinas lingkungan hidup berjanji hari selasa atau nunggu jadwal dari pihak tower waktunya kapan nanti akan menghubungi warga saat akan pemeriksaan ke lapangan terkait Tower dan warga yang mendatangani yang terdampak pendirian beradius 42meter yang di ajukan pihak PT Tower bersama karena pihak DLH merasa belum memberi ijin apalagi protes sudah di ajukan kok beda dengan yang mendatangani yang diajukan ungkapnya.

Dan mengucapkan terima kasih atas komplain yang diajukan atas ijin pendirian Tower tersebut karena data yg protes dengan yang di ajukan tidak sama imbunya dalam penjelasan kepada salah satu warga pagi tadi.

Kok berani tanda tangan ya pak warga yang bukan radius 42meter tersebut gerutu petugas tadi.

dan dugaan warga yang protes atas permohonan ijin lingkungan yang di tandatangani warga duduga bukan pemilik lahan sertifikat itu ternyata membuahkan hasil karena geram atas sikap dari pihak kelurahan bahkan lurahnya seolah tak menghargai warganya dan pt tower mudahnya percaya bahwa warga yang kena dampak ya yang menyatakan dan tanda tangan yang di bubuhi setempel RT RW KANTOR DESA BAHKAN KECAMATAN ungkap salah satu warga.

ada kejadian aneh warga yang cek cok keluarga ( neng nengan ) kepada Suami ada apa to kok diem beberapa hari ternyata si ibu gak berani tanya kepada suami nya gara- gara di dikira dapat kompensasi yang terima suami padahal sama sekali tidak terima uang kompensasi ini buat kecewa warga tersebut.

dari dugaan-dugaan warga itu ternyata benar ada beberapa warga kok berani menandatangani kesaksian bahwa dia berada di radius 42meter padahal orang tersebut tidak memiliki lahan, Dari dasar itu dalam perkembangan laporan ke dinas lingkungan hidup ternyata belum mengantongi izin mendirikan tower.

Tower sudah berdiri hampir selesai dan pada hari ini tadi Jumat tanggal 7 jam 9 30 salah satu anak dari pemilik lahan mendengar penjelasan langsung dari

petugas Kantor DLH menerangan bahwa permohonan izin pendirian Tower bersama baru diajukan hari Senin pada tanggal 2 -11-2018 kemarin pak dan mengatakan sudah sosialisasi kepada warga gak ada masalah.

Sedang hari Jumat sebelumnya baru diadakan rapat sosialisasi untuk mendirikan Tower dalam surat undangannya aneh nya dalam rapat mengatakan sudah 3x sosialisasi padahal dari warga protes pemilik lahan kapan dimana dan lain sebagainya.

Kejanggalan demi kejanggalan telah ditelah terungkap, warga meminta tower di hentikan sebelum selesai urusan dengan pemilik tanah sekitar radius 42meter tersebut.(red.mjp/rhdyt/hari)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.