banner 468x60

Sosialisasi Terkait Larangan Hiburan dan Prostitusi Di Gunung Kemukus

banner 160x600
banner 468x60

Editor : Eka Awi

 

JOURNALPOLICE.ID , Sragen – Menindak lanjuti surat bupati sragen tanggal 27 september 2017 no:640/1140/29/2017 diwilayah gunung kemukus tepatnya dukuh barong,desa pendhem kecamatan sumberlawang sragen mengadakan sosialisasi.dinyatakan sebagai zona terlarang untuk kegiatan hiburan,karaoke,prostitusi/pelangggaran norma susila.

Dari pantauan tim jp yang langsung dilokasi membenarkan adanya kegiatan sosialisasi tersebut.yang langsung didiskusikan bersama jajaran sekda,kapolsek sumberlawang Akp ketut putra,muspika susilo selaku camat,kepala desa hardiana SH,perwakilan koramil serka warsono.serta 5 kepala RT dalam wilayah kemukus.serta dari dinas pariwisata budaya pemuda dan olah raga oleh suparno.

“Penyelenggaraan bertujuan menciptakan keamanan,ketertiban dan kenyamanan lingkungan serta menjunjung tinggi norma agama,nilai budaya sebagai pengejawantahan dari konsep hidup dilingkungan gunung kemukus sebagai tempat bersejarah” papar suparno

Dalam sosialisasi pula menerangkan dimana demi menjaga warisan budaya yang bernilai sejarah tinggi,serta mengambil hikmah kesakralan tentang kemukus menjadi wisata yang religi.

Dari pengembangan  dilokasi pula bahwa tempat kemukus akan dialih fungsikan dari praktek esek esek kearah positif yang lain.kebijakan dari hal ini diantaranya memberikan bantuan modal secara maksimal kepada warga yang beridentitas KTP penduduk setempat asli.lalu untuk KTP luar daerah dari keterangan kepala desa hardiana belum bisa menjanjikan.

Keterangan lain pula mulai hari ini sampai tanggal akhir september pihak pihak terkait termasuk satpol PP akan memantau lokasi kemukus termasuk perkembangannya.terhitung 14 hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan dari kabupaten sragen.

Selanjutnya apabila terhitung sejak tanggal larangan tersebut diatas masih kedapatan beroperasi akan diadakan penindakan berupa penertiban,penutupan dan pembongkaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Akan tetapi harapan bagi warga setempat khususnya wiraswasta sampai yang buka usaha,kebijakan pemerintah sangat diharapkan.berhubung dampaknya perihal ekonomi masyarakat setempat yang perlu banyak penataan.

 

 

Sumber ; bambang-eka awi

 

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.