banner 468x60

Solo Gelar Wisata Kampung Kota

541 views
banner 160x600
banner 468x60

 

Solo Gelar Wisata Kampung Kota

Journalpolice.id  , Solo – Kota Solo terus mengembangkan potensi wisatanya dari berbagai lini, termasuk potensi wisata buatan dan budayanya. Mengisi momen libur panjang, Pemerintah Kota Solo akan selenggarakan gelaran Wisata Kampung Kota, 2-3 September 2017 nanti.

Kepala Dinas Pariwisata Solo Basuki Anggoro Hexa mengatakan, acara yang diharapkan dapat mengibarkan pariwisata di Solo, dan bisa membuat kampung-kampung di Solo bisa mendunia.

“Gelaran Wisata Kampung Kota itu akan ada 2 kampung yang akan digunakan untuk perhelatan itu. Masing-masing adalah Kampung Kemlayan dan Kampung Kepatihan, Solo. Pokoknya semoga bisa mendunia lah,” kata Hexa, Kamis 31 Agustus 2017.

Hexa menjelaskan, kedua kampung di Solo tersebut dipilih karena berbagai alasan, khususnya memiliki sejarah yang sangat kental dan masih menjaga nilai budaya yang dimiliki Solo.

“Kampung Kemlayan terkait sejarahnya yang kental tentang budaya musik dan tari di Solo. Kampung Kepatihan terpilih karena menjadi kediaman pepatih dalem Keraron Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” jelas Hexa.

Hexa menambahkan, acara di kedua kampung itu akan digelar pada Sabtu. Acara acara tutup gelaran Wisata Kampung Kota diadakan di Benteng Vastenburg.

“Acara di depan eksplorasi di kedua kampung itu. Untuk selingan akan ada seni tari, musik, penceritaan sejarah Solo oleh sejarawan, dan lain-lain. Acara di tutup adalah gelaran reog, teater dari jumlah sanggar teater di Solo, dan acara musik,” papar Hexa.

Dengan gelaran dua hari ini, Hexa sia menjaring sebanyak-banyaknya wisatawan di luar Solo untuk datang ke Solo. “Kami yang, Solo bisa menjadi kota Kreatif, dan berbudaya dengan masyarakat indonesia bahkan luar bisa menikmati keindahan yang ditawarkan Solo secara maksimal,” kata Hexa.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, saat ini wisata budaya di indonesia baru berkembang di kota, diusahung Solo, Yogyakarta, Jember dan Malang. Daerah di luar pulau Jawa hanya Bali yang paling gencar mengembangkan wisata budaya.

“Salah satu strategi untuk memaksimalkan pengelolaan wisata tradisi dan seni budaya, tahun ini ditetapkan 5 destinasi wisata Tradisi, Seni dan Budaya (TSB) yaitu Joglosemar, Labuan Bajo, Toba, Toraja dan Mandalika (Lombok) Tujuan jangka pendek yang merupakan kemenangan (quick win ), jumlah wisatawan yang banyak (terutama wisatawan mancanegara) dan keuntungan finansial masyarakat lokal. Ini yang akan kita maksimalkan, “kata Menpar Arief Yahya.

Menpar meengapresiasi kegiatan Wisata Kampung Kota di Solo ini yang sangat positif dalam rangka mempertahankan tradisi dan seni budaya. “Kota Solo hampir tidak sepi terkait wisata budaya. Penampilannya tidak hanya budaya dari Solo namun di daerah yang ada di indonesia dikembangkan. Kegiatan ini sungguh bermanfaat, “kata Menpar Arief Yahya.

Menurut dia, kemampuan. Dirinya juga terus mendorong agar pemerintah daerah (pemda) menggarap secara optimal wisata budaya di daerahnya.

“Wisata budaya masih menjadi andalan di komunitas ASEAN. Lepas 60 persen kunjungan wisatawan dari berbagai belahan negara ke Asia Tenggara karena daya tarik wisata budaya, “tambah Menpar Arief Yahya.

Untuk itu, Menpar meminta semua stakeholder yang terkait budaya dan tujuan prioritasnya diajak berdiskusi. Berbagi info, sharing ilmu. Semangatnya satu, Indonesia Incorporated: untuk budaya yang lebih baik.

“Kita nggak bisa bekerja sendirian, semua harus bersatu. Untuk benchmarking-nya bisa melihat Vietnam, Thailand dan Malaysia. Mereka sangat serius menggarap budaya. Lakunya dahsyat sangat dahsyat. No Culture No Tourism, “kata Menpar Arief Yahya.- sbr vv.id

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.