banner 468x60

Soal Hasil Penelitian Covid-19, Presiden Minta Tetap Jalankan Protokol Pencegahan Secara Disiplin

banner 160x600
banner 468x60

Pada 24 April 2020.
Presiden saat memberikan tanggapan hasil penelitian suhu panas dapat mematikan Covid-19, Jumat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui telah mendengar pernyataan dari pejabat Department of Homeland Security dari pemerintah Amerika Serikat, yang menyampaikan hasil penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi kematian Virus Korona (Covid-19).

“Hasil penelitian bahwa suhu udara, sinar matahari, dan tingkat kelembaban udara sangat mempengaruhi kecepatan kematian Virus Covid-19 di udara dan dan permukaan yang tidak berpori,” tutur Presiden saat memberikan tanggapan hasil penelitian suhu panas dapat mematikan Covid-19, Jumat (24/4).

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan hasil penelitian menyebutkan bahwa semakin tinggi temperatur, semakin tinggi kelembaban, dan adanya paparan langsung sinar matahari akan semakin memperpendek masa hidup Virus Covid-19 di udara dan permukaan yang tidak berpori.

“Berita ini sangat menggembirakan kita karena kita hidup di alam tropis yang suhunya panas, yang udaranya lembab, dan kaya sinar matahari,” ungkap Presiden.

Namun demikian, Presiden mengingatkan agar jangan lupa protokol pencegahan penularan Covid-19 harus terus dijalankan secara disiplin, dengan disiplin yang kuat, yakni.

Satu, cuci tangan, selalu cuci tangan; Kedua, selalu menggunakan masker; Ketiga, jaga jarak; dan Keempat, tingkatkan imunitas, tingkatkan daya tahan tubuh.

Untuk diketahui, United States Department of Homeland Security (DHS), yamg setara dengan Kementerian Dalam Negeri, adalah departemen eksekutif federal yang bertugas melindungi teritori Amerika Serikat sari serangan teroris, kecelakaan yang disengaja, dan bencana alam.(wrst)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.