banner 468x60

Slamet Widodo : Jangan Campuri Wilayah Pasopati, Bupati, DPR dan Camat Harus Tau Diri

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id | Pati – Bursa pemilihan Calon Ketua Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) nampaknya akan menjadi ajang gengsi bagi 5 Kepala Desa (Kades) yang akan ikut maju bertarung untuk menduduki jabatan kursi panas sebagai ketua.

Tak tanggung-tanggung, layaknya pemilihan keoala daerah, dari masing-masing calon berupaya menarik dan menebar simpatik serta menyampaikan visi dan misi kepada para pemilih jika nanti terpilih terpilih sebagai Ketua Pasopati. Ke lima Kades yang maju mencalonkan diri yaitu, Saman Kades Sokububuk, kecamatan Margorejo. Sutrisno Kades Sumbermulyo, kecamatan Winong. Pandoyo Kades Tegalharjo, kecamatan Trangkil. Maksum Kades Talun, kecamatan Kayen dan Ahmad Rifa’i Kades Dukuhseti, kecamatan Dukuhseti.

Dari informasi yang dihimpun media, Bupati yang seharusnya menjadi pengayom dalam pemilihan Ketua Pasopati ternyata tidak tinggal diam. Pasalnya, Bupati diduga meminta salah satu Kades untuk ikut bertarung, dan menunjuk salah satu Kades yang ada kedekatan untuk ikut maju bertarung dalam ajang bursa pemilihan Ketua Pasopati.

Bahkan ironisnya lagi, salah satu calon yang maju dalam melakukan sosialisasi dan konsulidasi harus melibatkan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Pati untuk ikut melakukan kampanye dalam pemilihan Ketua Pasopati.

“Waktu di wilayah kecamatan Tambakromo, salah satu calon Ketua Pasopati, mengajak anggota DPRD untuk ikut melakukan konsulidasi,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (16/9/2021).

Bukan hanya itu, para Camat yang seharusnya netral diduga ikut terlibat untuk ikut mengkampanyekan salah satu calon, dan itu dianggap tidak etis, sebab Pasopati adalah wadah organisasi Kepala Desa.

Apabila dalam pemilihan Ketua Pasopati ada keterlibatan dari eksekutif, birokrasi pemerintahan maupun legeslatif, itu jelas pastinya ada kepentingan dari pemangku jabatan.

“Jadi informasinya camat juga disuruh untuk konsulidasi, dan yang jadi pertanyaan ada apa ini, apakah memang ada kepentingan,” tanya sumber itu

Menanggapi hal itu, Slamet Widodo, selaku pemerhati kebijakan publik mengaku sangat prihatin dengan adanya indikasi keterlibatan Bupati, salah satu anggota DPRD maupun dari Camat. Pasopati adalah wadah Kades, jadi tidak seharusnya para pejabat itu terlibat.

“Bupati, DPRD maupun camat harus bisa menempatkan posisinya, jangan campuri wilayah Pasopati, karena itu bukan ranahnya, kalaupun Bupati ingin melibatkan diri, cukup sebagai pengayom, bukan pelaku,” Tegas pria berambut kriting.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pati Haryanto saat di konfirmasi melalui pesan Whatsapp, terkait rumor yang beredar di masyarakat terkait adanya calon titipan merasa heran dan kaget.

” Mosok…!! ” jawab Haryanto singkat

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.