banner 468x60

Sejumlah Lembaga Desak APH Usut Tuntas Pembangunan Shore Connected Breakwater di Rembang di Duga Tak Kantongi Izin dan Sebabkan Korban Meninggal Dunia

banner 160x600
banner 468x60

Journalpooice.id | Rembang – Pembangunan Shore Connected Breakwater atau Pemecah Gelombang Sambung Pantai di tempat wisata Watu Gajah yang berada diwilayah Desa Sumbersari, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dinilai tidak beres.

Pasalnya, pada 24 Desember 2021 lalu, keberadaan Breakwater ini diduga menjadi biang penyebab 3 anak tenggelam dan 1 diantaranya meninggal dunia, sedangkan 2 anak lainya berhasil diselamatkan.

Tak tanggung-tanggung, atas kejadian itu 3 Lembaga sekaligus akan mengusut pembangunan Breakwater, ketiga lembaga tersebut ialah, PBH Lidik Krimsus RI, Lembaga Aliansi Indonesia dan LKPK.

Mereka menduga bahwa Breakwater ini dibangun oleh Budhi Setiawan selaku Bos PT Bangun Redjo Tirta Kencana (PT BRTK). Pembangunan Breakwater ini diduga juga illegal tanpa memiliki ijin reklamasi.

” pembangunan serta keberadaan Breakwater diduga tidak memiliki ijin reklamasi, kami mendesak kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas akan hal tersebut karena sudah menyebabkan korban meninggal dunia”Kata Rahmad, ketua Lembaga Aliansi Indonesia. Senin (27/12/2021)

Selain itu, salah satu warga Desa Sumbersari, kecamatan Kragan, kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengatakan Breakwater di tempat wisata Watu Gajah ini adalah milik bos BRTK.

” BreakWater ini milik bos BRTK, pembangunanya pun sudah lama dan tempat itu memang biasa untuk tempat bermain anak-anak.” Ujar warga Sumbersari yang minta dirahasiakan identitasnya.

Bos BRTK, Budhi Setiawan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan dikantornya enggan temui wartawan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban dari pihak BRTK.

( suf/jp )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.