banner 468x60

SEJARAH SASTROJENDRO HAYUNINGRAT

588 views
banner 160x600
banner 468x60
Ilustrasi Rahwana, anak dari Sukesi dan Wisrawa akibat menjabarkan ilmu Sastra Jendra Hayuningrat

Journalpolice , SOLORAYA – Sastra Jendra Hayuningrat adalah suatu yang dapat menyelamatkan umat dan dunia semesta yang terdapat dalam kisah pewayangan.Arti kata Sastra Jendra Hayuningrat berdasarkan tiap kata dapat diartikan berupa tulis, ilmu atau kitab.[1]Jendra berarti milik raja atau diidentikan dengan Tuhan. Hayuningrat berarti keselamatan umat dan dunia semesta.[1]Sastra Jendra Hayuningrat ini identik dengan budaya Jawa dan kisah wayang BegawanWisrawa dan Dewi Sukesi

Makna Sastra Jendra HayuningratSunt ing

Ngelmu wadining bumi kang sinengker Hyang Jagad Pratingkah.[4] Artinya: Ilmu rahasia dunia atau alam semesta yang dirahasiakan atau berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.[4][3]

Pangruwating barang sakalir.[4] Artinya: Dapat membebaskan dan menyelamatkan segala sesuatu.[4][3]

Kawruh tan wonten malih.[4] Artinya: Tiada ilmu pengetahuan lain lagi yang dapat dicapai oleh manusia.[4][3]

Pungkas-pungkasaning kawruh.[4] Artinya: Ujung dari segala ilmu pengetahuan atau setinggi-tingginya ilmu yang dapat dicapai oleh manusia atau seorang sufi.[4][3]

Sastradi.[4] Artinya: Sastra Adiluhung atau ilmu yang luhur.[4][3]

RiwayatSunting

Dalam tradisi sastra Jawa Kuno istilah Sastra Jendra Hayuningrat dikenal dalam teksUttarakanda Jawa Kuno.[5] Teks Uttarakanda Jawa Kuno adalah gubahan dari teksUttarakanda Sansekerta pada akhir 10 Masehi.[5] Teks Uttarakanda Jawa Kuno berisi tentang kisah Rahvanotpatti atau kelahiranRahwana.[5] Isinya tentang keinginan Sumaliuntuk mengawinkan putrinya yang berwajah raseksi bernama Kaikasi dengan Visrava, dengan harapan supaya ia memperoleh keturunan yang menyerupai Vaisravana, seorang dewa cemerlang.[5] Pada zaman Majapahit tahun 1379 M kisah Ravanotpatti ini digubah kembali oleh Mpu Tantular menjadiKakavin Arjunavijaya. [5]

Kisah Wisrawa dan SukesiSunting

Prabu Sumali mengumumkan sayembara bahwa siapa yang bisa menjabarkan ilmuSastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, akan menjadi suami dari Dewi Sukesi.[6] Ilmu yang disayembarakan ini adalah ilmu yang hanya diketahui oleh para dewa.[6] Di kerajaanLokapala, Prabu Danaraja meminta ayahnya Begawan Wisrawa untuk meminang Dewi Sukesi.[6] Berangkatlah Begawan Wisrawa ke negeri Alengka untuk meninang Dewi Sukesi.[6]

Karena ilmu yang diajarkan oleh Begawan Wisrawa adalah ilmu rahasia maka penjabaran ilmu tersebut dilakukan di tempat tertutup oleh Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi.[6] Pada saat menjabarkan ilmu tersebut terjadilah keributan di kahyangan akibat ilmu tersebut.[6] Untuk mencegah ilmu itu tersebar, Batara Guru dan Dewi Umamenyusup ke dunia.[6] Batara Guru masuk ke dalam Begawan Wisrawa, sedangkan Dewi Uma masuk ke dalam Dewi Sukesi.[6] Lalu terjadilah hubungan intim di antara Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi.[6]

Karena peristiwa tersebut, Begawan Wisrawa dinikahkan dengan Dewi Sukesi.[6] Prabu Danaraja yang mendengar kabar tersebut menjadi sangat marah karena dikhianati oleh ayahnya sendiri.[6] Prabu Danaraja mengirimkan pasukan dari Lokapala untuk menggempur Alengka.[6] Sewaktu Begawan Wisrawa dan Prabu Danaraja perang tanding, turunlah Batara Narada untuk memberitahukan kepada Prabu Danaraja bahwa Dewi Sukesi adalah jodoh ayahnya.[6]

Editor ; Rhidayat

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.