banner 468x60

SEJARAH KERIS NOGO SOSRO SABUK INTEN

1640 views
banner 160x600
banner 468x60

Keris Pusaka Nagasasra Sabuk Inten

Journalpolice , SOLORAYA –
Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten adalah dua benda pusaka peninggalan Raja Majapahit. Nagasasra adalah nama salah satu dapur (bentuk) keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas, sehingga penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan menyatakan jumlah luk-nya.
Bentuk
Bagian gandik keris ini diukir dengan bentuk kepala naga ( biasanya dengan bentuk mahkota raja yang beragam ), sedangkan badannya digambarkan dengan sisik yang halus mengikuti luk pada tengah bilah sampai ke ujung keris. Dengan ciri-ciri antara lain adalah kruwingan, ri pandan dan greneng, dan beberapa empu (berdasarkan zamannya seperti Majapahit , Mataram dan Mataram Nom) membuat keris ber-dapur nagasasra.
Pada keris dapur Nagasasra yang baik, sebagian besar bilahnya diberi kinatah emas, dan pembuatan kinatah emas semacam ini tidak disusulkan setelah wilah ini selesai, tetapi telah dirancang oleh sang empu sejak awal pembuatannya. Pada tahap penyelesaian akhir, sang empu sudah membuat bentuk kinatah ( yang benar adalah tinatah = kata ‘tatah’ yang artinya dalam bahasa Indonesia = pahat,dengan sisipan in, menjadi tinatah )sesuai rancangannya . Bagian-bagian yang kelak akan dipasang emas diberi alur khusus untuk “tempat pemasangan kedudukan emas” dan setelah penyelesaian wilah selesai, maka dilanjutkan dengan penempelan emas oleh pande emas.
Salah satu pembuat keris dengan dapur Nagasasra terbaik, adalah karya empu Ki Nom, merupakan seorang empu yang terkenal, dan hidup pada akhir zaman kerajaan Majapahit sampai pada zaman pemerintahan Sri Sultan Agung Anyokrokusumo di Mataram, tetapi ada sebagian ahli lain yang mengatakan bahwa Ki Supo Anom pada zaman kerajaan Mataram, sebenarnya adalah cucu dari empu Supo Anom yang hidup pada zaman Majapahit, dan golongan ini menyebut Ki Nom dengan sebutan Ki Supo Anom II, dan yang hidup di zaman Majapahit disebut Ki Supo Anom I.
Sabuk Inten
Dapur Sabuk Inten, seperti juga dapur Nagasasra mempunyai luk tiga belas dengan ciri-ciri yang berbeda yaitu mempunyai sogokan, kembang kacang, lambe gajah dan greneng.
Nama keris Nagasasra (tanpa menyebutkan dapur) menjadi terkenal karena menjadi topik dalam cerita silat karya S.H. Mintarja, diceritakan bahwa Mahesa Jenar, salah satu muridnya Syeh Siti Jennar, mantan perwira tinggi kerajaan Demak pada masa kerajaan Demak Bintoro mencari kedua benda pusaka tersebut yang konon bagi siapa yang mendapatkannya akan menjadi pewaris sah tahta kerajaan Demak.
sekilas biografi EMPU SUPO ANOM pencipta keris nagasasra sabuk inten
empu supo anom adalah anak dari empu supo tuwo yang terkenal dengan nama : empu supo mandrangi/ki rambang/ empu pitrang/ empu pangeran sedayu.
supo anom pada masa remajanya bernama : jaka supo anak dari empu supo mandrangi dari ibu bernama dewi tatiban seorang putri raja dari kerajaan majapahit.
jaka supo mempunyai saudara laki-laki satu ayah tetapi lain ibu ( ibu adalah putri kerabat adipati blambangan) yang bernama : jaka suro.
empu supo anom dapat dikatakan sebagai empu tiga jaman. dalam pengabdiannya sebagai empu dan lurah empu, ki supo anom telah melalui tiga jaman yaitu : demak pasca runtuhnya majapahit, kerajaan pajang, dan terakhir kerajaan mataram.
pada era kerajaan mataram sultan agung (thn. 1613-1645) – raden mas rangsang atu lebih dikenal sebagai sultan sultan agung hanyokrokrusumo, mengangkat supo anom yang saat itu telah berusia lebih dari 100 tahun, (lahir di tahun 1520-an di akhir kerajaan majapahit) sebagai lurah empu yang memimping 80 empu mataram lainnya.
sebagai lurahempu, supo anom mendapat gelar atau nama baru yaitu ki empu pangeran warihanom, karena warihanom itulah supo anom juga dikenal sebagai empu ki nom. kemudian mendapat anugrah tanah perdikan (tanah otonom-bebas pajak) didaerah sendang, sehingga supo anom juga dikenal sebagai empu pangeran sendang.
empu pangeran sendang mempunyai putera ( juga menjadi empu terkenal) bernama : empu sendang wangi.

Editor :Rhidayat

Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.