banner 468x60

SBY: Pemerintah Makin Sigap Perangi Corona, Lockdown Bila Terpaksa

banner 160x600
banner 468x60


Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memandang langkah pemerintah dalam memerangi penyebaran virus Corona (COVID-19) semakin baik. Di sisi lain, opsi ‘penguncian’ negara atau lockdown disebut SBY belum diperlukan tetapi bisa dimungkinkan bila keadaan memaksa.

“Dalam perangi virus corona, saat ini pemerintah tunjukkan kesigapan, kecepatan & kerjasama yang makin baik. Pemerintah daerah juga lakukan langkah nyata & keseriusan yang tinggi. Rakyat makin tenang,” kata SBY.

Hal itu disampaikan Presiden Republik Indonesia ke-6 itu melalui akun Twitter resminya @SBYudhoyono bercentang biru, Senin (23/3/2020). SBY mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah menangani Corona. SBY menyebut dirinya terus memantau perkembangan penanganan Corona di dalam maupun luar negeri.

“Mari kita dukung pemerintah, dengan melakukan apa yang diharapkan & diinstruksikan pemerintah. Sudah satu minggu ini saya & keluarga tinggal di rumah. Membatasi kegiatan & tidak ke mana-mana. Terus ikuti perkembangan situasi di Indonesia & negara-negara lain,” ujarnya.
Mgid

Orang-orang di Jakarta menjadi kaya karena menggunakan cara ini
Wartabisnis

Untuk para penderita nyeri sendi – tengok sebelum dihapus!
Flex Active

Rasa sakit di sendi akan hilang sekali dan untuk selamanya
Bone And Joint Conditions

SBY mengatakan bilang setiap masyarakat melakukan swakarantina, maka tak perlu dilakukan lockdown. SBY menilai lockdown dilakukan jika kondisi terpaksa untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Kalau masing-masing lakukan “lockdown” atau “mengkarantina diri sendiri”, tak perlu dilakukan “lockdown” di kota-kota. Penyebaran COVID-19 bisa kita batasi. Seperti negara lain, “lockdown” dilakukan hanya jika terpaksa, guna menyelamatkan jiwa penduduk,” ucap mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Menurut SBY saat ini yang terpenting adalah masyarakat menerapkan social distancing. Sebab, SBY menilai saat ini keadaan telah darurat.

“Yang sangat penting, marilah kita cegah pertemuan yg menghadirkan banyak orang (social distancing). Di manapun, kita pelihara jarak antar manusia (physical distancing), sekitar 1,5 – 2 meter. Ini keadaan darurat. Jangan dianggap mengada-ada,” sebut SBY.

Masyarakat disiplin dan patuh, kata SBY, akan menyelamatkan semuanya. Dia mengajak seluruh elemen membantu pemerintah.

“Disiplin, kesadaran diri & kepatuhan masyarakat akan selamatkan kita semua. Mari kita bantu pemerintah. Kalau ada rekomendasi sampaikan baik-baik. Saya yakin pemerintah akan perhatikan saran-saran rakyatnya,” kata SBY.

BACA JUGA:
SBY: Pemerintah Makin Sigap Perangi Corona, Lockdown Bila Terpaksa
‘Obat Corona’ Klorokuin Produksi dalam Negeri, Presiden Jokowi: Banyak Pasien Sembuh
Presiden Jokowi Beri Insentif untuk Dokter-Tenaga Medis, Ini Daftar Besarannya
“Selamat bertugas Pak Jokowi & pemerintah. Tugas pemerintah berat namun mulia. Perjuangan masih panjang. Badai belum berlalu. Kalau kita bersatu, Indonesia akan selamat & sukses,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sarana dan prasarana di Wisma Atlet Kemayoran yang akan dijadikan sebagai rumah sakit (RS) darurat untuk virus Corona sudah siap. Dia pun berharap RS itu bisa digunakan sore nanti.

“Saya juga melihat sarana prasarana sudah siap. Baik untuk ruang penanganan pasien, ventilator, APD juga siap. Sehingga kita harapkan nanti sore. RS darurat Corona ini bisa dipakai,” kata Jokowi saat meninjau kesiapan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3). [detik.com]

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.