banner 468x60

SARASEHAN BERSAMA BURUH, GIBRAN-TEGUH SIAP JEMBATANI KEPENTINGAN PEKERJA DENGAN PENGUSAHA

banner 160x600
banner 468x60

Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa menghadiri sarasehan bersama kelompok buruh, di Sanggar Anak Merdeka, Serengan, Jumat (13/11/2020) sore. Pada acara yang berlangsung dinamis itu, peserta yang didominasi dari kelompok buruh informal banyak mendiskusikan mengenai UU Cipta Kerja.

Teguh Prakosa menyampaikan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk memayungi kelompok buruh informal terkait fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. “Syukurnya kita sudah punya UU cipta kerja, nanti apabila ada celah maka kita akan usahakan bikin kebijakan untuk teman-teman informal ini agar nanti juga punya BPJS tenaga kerja,” ujarnya.

Aris perwakilan kelompok buruh menyampaikan komunikasi antara pemerintah dan buruh sudah terjalin baik, “Solo tetap aman pas rame-ramenya demo UU Cipta Kerja di Jakarta dan tempat lain. Ini berarti komunikasinya antara buruh dan pemerintah sudah baik. Terima kasih kepada SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) yang tidak gegabah menyikapi UU Pra Kerja,” tandasnya.

Pada sarasehan bertajuk ‘Wujudkan Buruh yang Lebih Sejahtera’ itu kelompok buruh juga meminta untuk jangan menghapus program KIS PBI, “Mohon KIS jangan sampai terhapus karena buruh informal belum ada BPJS. Kalau perlu ada peningkatan-peningkatan di bidang pendidikan,” pinta mereka. Gibran pun lantas menanggapi, “Ya, tetap dilanjutkan, Pak. Sudah dianggarkan Rp 70 M,” jelas pria lulusan Singapura itu.

Gibran juga menjelaskan dalam waktu dekat dirinya akan bertemu dengan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), “Rabu depan saya akan bertemu APINDO, tentu akan saya bicarakan hal-hal yang sifatnya win-win solution antara pekerja dengan pengusaha. Karena bagaimana pun masa pandemi ini adalah waktunya prihatin, saya sebagai pengusaha juga merasakan, ini berat dan tidak mudah, tapi hak pekerja tetap saya berikan. Untuk itu, kita cari jalan tengah. Saya tidak akan mengambil keputusan yang memberatkan satu pihak saja,” ujar Gibran.

Perkataan Gibran pun disambung Teguh yang menyatakan komitmennya untuk membawa buruh memiliki kehidupan yang lebih baik, “Membangun kota ini butuh semua elemen. Buruh formal dan informal harus sejahtera. Tugas kita menghimbau para pihak yang berkepentingan agar bisa menjalin komunikasi dengan baik. Dinas tenaga kerja kita dorong agar bekerja betul-betul fair, sehingga bisa menilai apa yang terjadi di bawah, rekan-rekan di sini pada kehidupan selanjutnya harus ada peningkatan,” tutur mantan anggota DPRD itu.***bale

~Lilm~

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.