banner 468x60

SALAH PENGGUNA” GUBERNUR BERENCANA BATASI PEMAKAIAN LPG MELON

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id

Palangka Raya, Kalimantan Tengah-Di duga banyak salah dalam penggunaan LPG melon ukuran 3 kg, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berencana keluarkan surat edaran membatasi penggunaannya.

Kepada media, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Lubis Rada Inin didampingi Setian mengungkapkan hal itu sebagai langkah menekan naiknya harga LPG di Palangka Raya yang menyentuh Rp 30.000 per tabung, Rabu (03/01/2018).

Padahal sebenarnya Pemerintah Kota telah menetapkan harga  eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg sebesar Rp 17.500 per tabung. Namun kenyataan dilapangan gas melon sering kosong, dampaknya harga sesuka penjual menaikkannya.

Untuk menyikapi kekosongan gas ukuran 3 kg itu, Distamben Kalteng bersama instansi terkait berencana mendatangkan tambahan 50 ribu tabung lagi, terutama menghadapi bulan Januari dan Pebuari 2018.

Rencana pembatasan penyaluran gas PLG 3 kg yang merupakan bbm bersubsidi itu oleh Gubernur Kalteng hanya diarahkan untuk keluarga miskin atau berpenghasilan pas-pasan, dan usaha mikro saja.

Selama ini penggunaan Gas LPG 3 kg, sepertinya salah sasaran, banyak digunakan oleh warga mampu, bahkan PNS, padahal hanya untuk warga miskin dan usaha mikro. Melalui pembatasan dimaksud  sasaran pengguna diharapkan tidak salah arah, yang menyebabkan inflasi.

Tim Pengendali Inflasi juga memaparkan kondisi terkini indek harga kosumen (IHK) sebagai indikator inflasi di Kalteng  bulan Desember 2017 mencapai 0,65 persen. Sedangkan bulan Nopember lalu hanya 0,18 persen.

Inflasi di Kalteng disebabkan naiknya harga sembako, dan tiket pesawat udara. Sembako yang paling besar menyumbang inflasi dari harga daging ayam ras baik di Kota Palangka Raya maupun di Kota Sampit yang selama ini sampel harga barang.

Kontributor Kalteng : Marlianti JP

Editor : gendut jp

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.