banner 468x60

R.JIWO KUSUMO DAN IG WIDIYATMO : PERINGATI SEABAD GEDUNG SOCIETIET MANGKOENEGARAN

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id-soloraya- Pantauan awak media journalpolice.id rankaian Acara Peringatan 100tahun Gedung Sociatet Monumen Pers Nasional terletak di Jl.GajahMada no 59 Katelan Surakarta Banjarasari solo Siang tadi begitu meriah diawali Tari Boyong Wukir oleh Siswa ISI surakarta menyambut pembukaan acara Seabad Gedung Societiet Mangkoenegaran oleh ketua monumen pers Widodo Hastjaryo peringati setiap 100tahun sekali diikuti kominitas poto dari kota dan mahasisawa ISI dan tamu undangan lainya.

Gedung Societiet didirikan Mangkoenegara VII dan diberi nama Gedung Monumen Pers Nasional 9 Februari 1978 yang pertama kali di resmikan oleh Presiden Soeharto dan Ibu tien

dalam sambutanya rasa sukur yang mendalam karena kesempatan 100 tahun sekali ini kita orang -orang yang hadir ini adalah orang yang sangat beruntung sekali karena acara ini di selenggrakan setiap seratus tahun sekali dan nantinya 100tahun lagi ada peringatan ini ungkapnya.

karena berdirinya Gedung Societiet Mangkoenegaran ini adalah tonggak cikal bakal sebagai Monumen Pers Nasional kita yang hadir saat ini adalah orang Pilihan yang siap meneruskan cita-cita leluhur betapa Mangkoenegaran paham akan kebutuhan informasi kepada masyarakat.

Dalam acara lanjutan di adakankanya Work Shop Jurnalisme TV & Film Dokumenter Sejarah oleh panitia Sita ratih mendaulat dua narasumber

R.jiwo Kusumo pemilik prodaktion Cinema Kalacakra , Sutradara muda FTV.

IG Widiyatmo Sumartopo sebagai pembicara pertama sebagai seorang Social Enterprener dan Eksposure.

IG Widiyatmo Sumartopo memaparkan”jurnalisme Publik untuk Film Sejarah ” yang mana orang tertarik menonton Film Sejarah.

Banyak orang menilai Film Sejarah di dasari Kepentingan kekuasaan, karena pesanan dan ada juga Sejarah itu karena menghilangkan jejak Negatif dan harusnya secara Obyektip dan tranfaran sesuai kultur dan karakter cerita.

pada umunya dalam sebuah Film nantinya di kedepankan Sumber cerita dan keadaan sosial saat sejarah di filmkan ditahun yang sama dan tempat yang berbeda maka perlu adanaya analisis secara detail agar generasi memahami sejarah leluhurnya apapun kondisinya.


Sutradara sebuah film sejarah pasti selesai dengan mendalami Makna yang diungkap, sumber kisahnya, segi-segi yang akan memberikan kepuasan calon penontonnya ungkapnya dalam Work Shop.

RM SUJIWO KUSUMO Dalam kesempatan ini juga memaparkan dalam work shop memeberi pelatihan free pelatihan mengambil sebuah obyek mati bisa hidup, bukan bagusnya Kamera namun cara…mengambil gambar.

sebagai produser film Dokumenter didalam pembuatan film Sejarah di tuntut ilmu investigasi/ Penelusuran sejarah berbulan berahun tahun itupun kadang katanya katanya dalam penulusuranya sebuah cerita dan legenda, “jangan jenuh untuk berkarya”

dalam dunia perfilman tidak ada kata peluang namun,didunia perfileman harus bisa menciptakan Peluang…

dan kapan saatnya mikir dapur…kapan mikir Karya Monumental Sejarah, misal asal kejar tanyang film dapat uang, namun juga harus bertanggung jawab atas hasil karyanya tersebut kelak tidak dikatakan sebagai pembuat film Hoax artinya dalam dunia nyata tidak ada namun asal orang senang maka selesai sudah padahal ada flod sub flod dalam sebauah narasi cerita tentang film dokumenter imbunya (red.mjp/r.hidayat)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.