Puluhan Nelayan Juwana Ikuti Pelatihan Keselamatan Kerja di Poltekpel Surabaya

Puluhan Nelayan Juwana Ikuti Pelatihan Keselamatan Kerja di Poltekpel Surabaya

Journalpolice.com

Surabaya – Para pencari rejeki di perairan dewasa ini dituntut untuk mampu bersaing di dunia global, sehingga tidak menjadi penonton dalam persaingan internasional.

Tak terkecuali dengan para nelayan yang melaut ditengah-tengah samudera ataupun anak buah kapal.

Berkaca dari hal itu sebanyak 70 nelayan tradisional asal Juwana Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang kesehariannya ikut bekerja sebagai anak buah kapal yang dioperasikan oleh PT Dua Putra Perkasa Pratama mendapatkan pelatihan keterampilan dan pengetahuan tentang keselamatan kerja di Politeknik Pelayaran Surabaya, Selasa (22/8/2017).

Koordinator nelayan Juwana, Letkol Laut Syaifudin Noor SE, MM mengatakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini bekerjasama​ dengan PT Dua Putra Perkasa Pratama dengan tujuan untuk mendukung pemerintah dalam mensosialisasikan keselamatan pelayaran dan meningkatkan pengetahuan nelayan.

“Pelatihan ini untuk meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional menjadi yang bersertifikat karena dengan pelatihan ini mengajarkan para nelayan tentang aturan yang ada di laut, dan juga bertujuan untuk menghindari kecelakaan di laut yang akhir-akhir ini sering terjadi,” ungkap Letkol Laut Syaifudin Noor SE, MM.

Pria yang berdinas di Lantamal V Surabaya ini mengatakan, setelah diperoleh sertifikat maka para nelayan itu selain dapat bekerja di kapal ikan, mereka juga dapat bekerja di kapal niaga dan kapal tengker karena sertifikat yang akan diperolehnya itu sudah berlaku di mata internasional.

“Seusai pelatihan para pelayan akan mendapatkan buku pelaut atau Seaman Book, yang menerangkan bahwa 70 nelayan itu siap bekerja di segala jenis kapal karena telah mengikuti pelatihan akan kompetensi dan pengetahuan keselamatan pelayaran sebagai persyaratan untuk melaut,” paparnya.

Manager Operasional Kapal PT Dua Putra Perkasa Pratama, Agus Kurniawan​to mengungkapakan sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian produk daging dan hasil laut ke seluruh Indonesia dan luar negeri. Sehingga secara tidak langsung perusahaannya memerlukan sdm yang tersertifikasi.

“Selain sebagai bentuk apresiasi kepada awak kapal, agar pelayanan perusahaan kami terus berjalan dan aman tanpa ada hambatan terkait perijinan dan juga SDM yang belum memiliki seaman book,” kata Agus.

“Perusahaan mengikutkan ke 70 nelayan itu sebagai bentuk kepedulian dalam meningkatkan kinerja anak buah kapal yang bekerja di perusahaannya,” imbuhnya.

Sementara itu Didik Dwi Suharso Ketua Laboratorium dan Simulator Poltekpel Surabaya menjelaskan puluhan pelayan itu mendapatkan pelatihan mengenai teknik bertahan di air termasuk juga menyelamatkan diri dan juga mengamankan aset kapal saat terjadi kebakaran.

“Kami juga memberikan praktek memadamkan api saat kapal terbakar, Praktek menolong korban dan juga menyelamatkan aset saat terjadi kebakaran saat ditangah laut. Materi materi itu yang menjadi persyaratan memenuhi kompetensi paranelayan saat bekerja,” urainya.

Sumber : deni pelong jp jepara

Editor gendut