banner 468x60

PT SURI MULYA PERMAI (Cin Cuarni) : TIDAK MENGAKUI ADANYA NKRI

862 views
banner 160x600
banner 468x60

 

Cin cuarni (Red; Cicik) mencaci maki warga tambak pokak dan tidak mengkaui adanya NKRI

JurnalPolice.id

Surabaya,- Cacian dan hinaan dirasakan oleh warga Tambak Pokak terkait sengketa tanah di area rawa tambak pokak. Dari sejarah tanah yang disampaikan oleh warga tambak pokak bahwa tanah tersebut bersetatus sengketa karena tanah tersebut diakui oleh 4 sertifikat yang berbeda termasuk milik PT Suri Mulya Permai. Tetapi jika dilihat dari sejarah tanah bahwa tanah tersebut bersetatus LANDREFORM (Tanah Negara).

(sabtu, 16/12/17)
Dari keterangan Pak RT (Red, Pak Ndut) saya hanya minta dengan baik-baik kepada ibu cicik yang mengaku sebagai pengacara PT SMP (Suri Mulya Permai), agar cicik menunjukan surat sertifikat yang diakuinya.

Namun cicik tidak bisa menunjukan sertifikat tersebut, Bahkan cicik mengeluarkan ucapan dan hinaan serta cacian atas NKRI: Apa itu NKRI, NKRI itu gak ada.! Pribumi Cuii..(mengeluarkan ludah didepan banyak orang). Padahal yang disebut tanah Negara atau NKRI adalah berbicara satu kesatuan dari seluruh pulau Indonesia dengan atas nama milik Negara; bukan perorangan, bukan bekas tanah adat, bukan bekas tanah yayasan, bukan bekas tanah Negara. Jika tanah di Indonesia disebut bekas, maka NKRI memang tidak ada karena tanah di Indonesia dimiliki oleh perorangan atau penguasa (pengusaha) berarti Negara ini bubar. “pungkas Pak RT.

Padahal didalam UU Pokok Agraia sangat jelas dikatakan tanah agraris artinya tanah pertanian yang harus dikelola oleh Warga Negara indonesia (Pribumi/Bumiputra), tanah yang tercatat didalam buku letter C adalah tanah kemakmuran yang dikelola oleh rakyat sebagai tanah inventaris, perolehan dari tanah Negara (letter B) yang tidak boleh dijual belikan mengingat tanah adalah tanah pusaka Nusantara anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jadi tanah Indonesia disebut NKRI dikarenakan tanah agraris atau Landreform. Dan di dalam UUD 45 Warga Negara Indonesia juga dijamin untuk mendapatkan tempat tinggal dan hidup layak. namun Cicik sangat jelas tidak mengakui adanya NKRI termasuk Warga pribumi, lalu dia tinggal di tanahnya siapa dan di Negara mana.? Pertanyaan Pak Ndut kepada awak media JurnalPolice.id

. Ini penghinaan yang sangat jelas sehingga membuat warga tersinggung dan marah.” Tutup Pak Ndut

Kontributor surabaya : Bayu jp

Editor : gendut jp

Email Autoresponder indonesia
author
Satu Respon
  1. author

    Roming chan11 bulan ago

    Ngopo ga rame2 diludahi balik ae.
    Nunut urip neng NKRI tapi ga mengakui NKRI.
    Biyangane nan ogh