banner 468x60

Proyek IPAL Nilai Setengah Milyaran Mangkrak

269 views
banner 160x600
banner 468x60


Journalpolice.id, Pati – Masyarakat Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mempertanyakan proyek pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Tahun Anggaran 2018 yang tidak berfungsi. Proyek yang dikerjakan melalui pihak ketiga dengan anggaran ratusan juta diduga bermasalah karena pekerjaannya tidak dilanjutkan alias mangkrak.

Dari hasil pengamatan wartawan, untuk pekerjaan IPAL hanya dibuat beberapa pot-pot penampungan di halaman rumah warga, sementara puluhan pot-pot yang lain hanya ditinggalkan di halaman rumah warga termasuk pipa saluran untuk IPAL yang juga tertumpuk di samping rumah. Padahal proyek IPAL tahun 2018, seharusnya sudah dapat difungsikan, namun hingga tahun 2019 belum bisa digunakan dan terlihat terbengkalai.

Ironisnya lagi, untuk papan proyek saat pekerjaan juga tidak ada, sehingga berapa jumlah pastinya, dikerjakan oleh rekanan mana tidak diketahui dan terkesan ditutupi.

Salah satu warga Bulumanis Kidul ketika dikonfirmasi mengaku Proyek IPAL tahun 2018 sesuai informasi anggarannya sekitar Rp 500 juta lebih. Proyek tersebut akan difungsikan untuk dua RT, hanya saja untuk 1 RT belum selesai. “Dulu informasinya mau difungsikan untuk 2 RT, tapi 1 RT saja tidak terealisasi, sementara proyek itu hanya terbengkalai tanpa ada penyelesaian,” ungkap warga yang namanya tidak mau disebutkan.
Instalasi Pembuangan Air Limbang yang terbengkalai di halaman rumah warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, proyek IPAL tersebut juga dikelola oleh Dinas PUPR Kabupaten Pati, dan diserahkan ke pengurus melalui Badan Swadaya Masyarakat (BSM) yang ada di Desa. “Yang kelola Ketua pelaksana, dan proyek itu juga tidak dicantumkan papan proyek, jadi masyarakat bingung, berapa dan siapa yang mengerjakan, sebagai fungsi kontrol, masyarakat tidak ada yang tahu,” tandasrnya.

Saat dihubungi melalui pesawat selulernya, Kepala Desa Bulumanis Kidul Gunarto mengaku Proyek pekerjaan IPAL dikelola melalui BKM tahun 2018. Proyek itu tidak dilanjutkan karena kemungkinan ada masalah dengan pembiayaan, karena untuk semua material pembangunan IPAL masih ada, dan fungsi kepala desa hanya memantau saja, apakah pekerjaan yang dilakukan itu sudah jalan apa belum.

“Itu bukan kewenangan Desa, dan itu ada pendampingnya sendiri, kalaupun proyek itu belum selesai, kemungkinan soal pembiayaan, sebab untuk material semua masih ada, untuk BKM yang mengelola adalah pak Susanto, kalau melalui Swadaya pak Sukardi,” ungkapnya.

Sementara Ketua Pelaksana IPAL dan penanggung jawab Sukardi, termasuk Kepala UPT SPALD Pati Umi ketika hendak di konfirmasi tidak ada respon. Kepala UPT SPALD melalui pesawat selulernya menunjuk stafnya yang akan menjelaskan juga tidak direspon, termasuk Sukardi dihubungi melalui pesan singkat dan pesawat selulernya tidak ada tanggapan sampai berita diterbitkan.( suf )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.