banner 468x60

Provinsi Kalteng Alami Inflasi Sebesar 0,65 Persen

343 views
banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id

Palangka Raya, Kalimantan Tengah – Provinsi Kalimantan Tengah yaitu gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit terjadi inflasi sebesar 0,65 persen dengan laju inflasi tahun kalender sebesar 3,18 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 3,18 persen. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng Hanif Yahya S. Si., M.Si dalam Jumpa pers saat didampingi oleh Kabid Staf Distribusi Bambang Sugiono kepada awak Media digedung BPS Provinsi Kalteng, Selasa (02/01/2018).

Dijelaskan, Indeks harga konsumen (IHK) pada Desember 2017 , Kota Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,67 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari 126,34 di November 2017 menjadi 127,19 di Desember 2017. inflasi di Kota Palangka Raya didominasi oleh meningkatnya indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan (2,28 persen), sandang sebesar 1,22 persen, serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,53 persen. Sementara itu, indeks harga kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya adalah pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,22 persen) serta perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,01 persen).

Sementara untuk Kota Sampit juga mengalami inflasi sebesar 0,61 persen yang dipengaruhi adanya kenaikan indeks harga pada kelompok bahan makanan 1,85 persen, serta makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mencapai 0,33 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng Hanif Yahya menyampaikan, Kota Palangka Raya dan Kota Sampit tersebut menempati peringkat ke-43 dan ke-49 inflasi tertinggi pada tingkat Nasional.

“Di Kota Palangka Raya indeks harga komoditas yang mendorong terjadinya didominasi oleh daging ayam ras 0,10 persen, telur ayam ras 0,08, dan beberapa jenis ikan air tawar antara 0,02 hingga 0,04 persen.” jelas Hanif Yahya.

Sedangkan lanjutnya, untuk Kota Sampit terjadinya inflasi didorong juga oleh daging ayam ras 0,11 persen, beras 0,09 persen, telur ayam ras 0,06 persen, ikan selar 0,05 persen, dan bawang merah 0,04 persen.

Sementara angkutan udara baik di Kota Palangka Raya maupun di Kota Sampit cukup tinggi untuk mempengaruhi terjadinya Inflasi yakni untuk Palangka Raya sebesar 0,08 persen dan Sampit sebesar 0,04 persen. Disusul komoditas rokok kretek filter berperan terhadap Inflasi di Kota Sampit yakni 0,02 persen.

Kontributor Kalteng : Marlianti jp

Editor : gendut jp

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.