banner 468x60

Profesi Dilecehkan,Puluhan Wartawan Lakukan Aksi Protes

224 views
banner 160x600
banner 468x60


JP__Purworejo- Kata-kata ‘pecundang’ yang diduga ditujukan kepada jurnalis oleh oknum orator berinisial ES saat melakukan aksi terkait masyarakat yang terdampak proyek bendungan Bener di Pengadilan Negeri Kabupaten Purworejo pada Rabu kemarin (08/01), membuat seluruh awak media di Kabupaten Purworejo mengambil sikap dengan melakukan aksi sebagai bentuk tidak terima dengan kata kata tersebut. Kamis (9/1/2020)

Ketua Korlap (koordinator lapangan) awak media di Kabupaten Purworejo, Marni menyampaikan bahwa hari ini adalah hari terakhir melakukan aksi protes terhadap salah satu orator yang berinisial ES saat di Pengadilan Negeri Purwororejo yang diduga telah melecehkan profesi jurnalis. “Kami hari ini ada di Polres Purworejo, untuk mangadu terkait orang yang telah melecehkan profesi kami. Karena di sinilah kami berusaha untuk mencari keadilan,” tandasnya.
IMG-20200110-WA0032

Di ceritakan, isi orasi yang disampaikan oleh ES saat berorasi dalam sidang perdana warga fersus BPN dan BBWSSO bendung Bener di Pengadilan Negeri pada Rabu kemarin, dinilai telah mengimtimidasi supaya kami (wartawan) maju untuk mengklarifikasi berita tentang harga tanah senilai Rp150 – 200 ribu per meter agar harga ditulis dalam pemberitaan sebesar 450 ribu per meter itu dianggap oleh pihak awak media tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

“Isi orasi dari oknum orator itu ‘kalau tidak maju pokok intinya wartawan kesini saja kalau tidak ada yang maju berarti pecundang seperti KJPP’ perkataan tersebut di lontarkan dihadapan ribuan orang yang di sorakin. Kami merasa dilecehkan dengan kata-kata tersebut,” tegasnya.

“Perkataan itu membuat kami terus terang selaku wartawan yang defresi merasa malu,” imbuhnya.

Harusnya menurut Marni, ketika mereka tidak setuju dengan pemberitaan, maka sesuai Undang undang Pers ada mekanisme hak jawab di masing masing media.

Sebagai bentuk protes terhadap kata-kata yang diucapkan oleh oknum orator berinisial ES tersebut, seluruh awak media di Kabupaten Purworejo mengadakan unjuk rasa mulai dari Balai Wartawan terus kita berjalan ke Alun-alun Putworejo.

Saat tiba di Tugu Kembar depan kantor Sekda Kabupaten Purworejo, massa aksi berorasi.

“Kami akan mengadukan dugaan pelecehan terhadap profesi kami ini ke Polres Purworejo. Selain mengadukan pelecehan ini, kami juga akan memboikot pemberitaan tentang ganti rugi tanah di PSN (proyek setrategis nasional) Bendung Bener tersebut.

Di tempat terpisah, saat para awak media mengadukan kasus tersebut ke Polres Purworejo, langsung diterima Kapolres Purworejo.

Kapolres Purworejo AKBP indra Kurniawan Magungsong SH., S.I.K., MM., menyampaikan bahwa aduan tersebut diterima dan akan ditindak lanjuti sesuai Undang undang yang berlaku.(Tim)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.