banner 468x60

Priyo Hardono Ketua DPD PEKAT IB JEPARA Ultimatum Pj Bupati agar segera membuka TPS gemulung.

banner 160x600
banner 468x60

JEPARA ,journal police. Id  Audiensi DPD PEKAT IB JEPARA (Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu) di Ruang Video Conference (Vicon) Kamis, 17/11/2022 Jam 13.30 – 14.10 WIB berlangsung singkat tanpa dihadiri oleh Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta. Ketidak hadiran Pj Bupati Jepara sudah di prediksi oleh ketua LSM DPD PEKAT IB JEPARA pasalnya ketidak tegasan dalam mengambil keputusan itu penyebabnya walaupun ketidak hadiran pj bupati sudah d perkirakan namun tak urung membuat kecewa Priyo Hardono Ketua DPD PEKAT IB yang memimpin langsung audiensi tersebut.

Walaupun Kedatangannya hanya diterima oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Lukito Sudi Asmara dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Farikhah Elida. Keduanya mewakili Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta yang berhalangan hadir untuk menerima pengurus DPD PEKAT IB Jepara.
 
Diawal audiensi Priyo Hardono menyampaikan kekecewanyah  atas kinerja Pemkab Jepara terkait persoalan yang ada d kota ukir ini di tambah  mundurnya jadwal audiensi. Yang membuat Prio Handono geram merasa di sepelekan ini menyangkut hajat orang banyak yang sangat punda mental kok kenapah pj bupati gak berani ketemu 
Kedatangan kami kesini semata mata di dorong oleh rasa tanggung jawab kami.

selaku ketua LSM DPD PEKAT IB atas banyaknya laporan dan keluhan dari masyarakat ataupun dari  paguyuban pengelola sampah dan warga desa di Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan, Mayong dan Nalumsari,  mengeluhkan jauhnya jarak dan tingginya ongkos kirim ke TPA Bandengan. “Mereka berharap TPA Gemulung dibuka kembali,” ujar Priyo. 

“Kabupaten Jepara saat ini sedang darurat sampah, karena banyak sampah berceceran di jalan-jalan, ini memprihatinkan kita semua,” tuturnya. 

Kemudian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Farikhah Elida, melalui slide layar video conference memaparkan program kerja DLH Jepara, dalam penanganan permasalahan sampah di Jepara dan memberikan paparan program  kerja dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait permasalahan sampah di Kabupaten Jepara. 

Elida memberikan keterangan kalau saat ini TPA Bandengan dengan metode Sanitary Landfill dan TPA Gemulung adalah TPA Pendamping. 

“Setelah adanya survey ke desa Sengon Bugel dan existing TPA Bandengan dari Kementerian ESDM Pusat, Kementerian PUPR dan PT. Semen Gresik serta Konsultan Loan (dana hibah) dari Denmark, sudah meninjau lokasi. “Untuk rencana penanganan sampah menjadi energi listrik dengan anggaran 150M,” papar Elida. 

“Dimanapun baik di TPA Bandengan atau desa Sengon Bugel akan bekerja sama dengan  PT. Semen Gresik Pabrik Rembang di tahun 2023 dengan mesin pembakaran 300 ton perhari untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Kabupaten Jepara,” infonya. 

Elida menerangkan tentang alasan penutupan TPA Gemulung, karena adanya tuntutan masyarakat, kajian dan UU RI No.18 Tahun 2008 Tentang
Pengelolaan Sampah. 

Dalam kesempatan ini, Priyo Hardono memberikan data dibeberapa wilayah di Kabupaten Jepara yang ada persoalan darurat sampah. 
“Termasuk adanya penumpukan sampah di beberapa sungai, juga di lantai 2 Pasar Mayong,” info Priyo. Menanggapi data yang disampaikan oleh DPD PEKAT IB Jepara, Elida menyampaikan kalau saat ini di musim penghujan Dinas LH Jepara, terkendala sarana prasarana dalam pengangkutan sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. “Kemampuan angkut kami hanya 2 dump truk sehari,” ungkapnya. 

Farikhah Elida, pada kesempatan ini berjanji kalau besok Jum’at (18/11), akan segera menindak lanjuti laporan PEKAT IB terkait penumpukan sampah diberbagai wilayah Kabupaten Jepara untuk segera diangkut dan dibersihkan. 

Menurut Prio Handono apah yang di paparkan oleh kadis DLH itu sebuah wacana  kami ingin bukti bukan janji kami dan masyarakat dari berbagai kecamatan yang merasakan dampak dari ketidak becusan kadis  DLH dalam menanggulangi sampah yang ada di wilayah kami  apakah mesti menunggu masyarakat bergerak.

Bakesbangpol Jepara, Lukito Sudi Asmara agar menyampaikan pesan kepada Pj Bupati Jepara, segera membuka kembali TPA Gemulung. Dan suruh melihat kondisi di sana 

“Saya berikan waktu 1 minggu kepada Pj Bupati Jepara agar segera membuka TPA Gemulung,” imbuh Priyo. 

“Kalau Pemkab Jepara dalam minggu ini masih tidak peduli kondisi darurat sampah ini, PEKAT IB berjanji akan menerjunkan anggota nyah lebih banyak bahkan tidak menutup kemungkinan akan menggandeng para penggiat lingkungan hidup semoga ini jadi perhatian para pemangku kebijakan husus nya pj bupati Jepara tandasnya.( bagus )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.