banner 468x60

PRIHATIN IMBAS PENERAPAN PPKM “GABSI” DAN DPC FERARI GELAR AKSI

banner 160x600
banner 468x60

JournalPolice.id Ungaran |Akibat penerapan PPKM Yang tak kunjung usai, Gabungan Aksi Bersama Seluruh Indonesia (GABSI) Perjuangan dan Anggota DPC Ferari Kab. Semarang di ikuti oleh sejumlah pengusaha, karyawan, pedagang dan pekerja pariwisata menggelar Aksi di kantor Bupati Semarang Senin (9/8 2021)

Menurut jadwal aksi tersebut di mulai pada pukul 09:00 WIB dan berakhir pukul 14 : 30 WIB dengan titik kumpul perkiran GOR Wujil kemudian di lanjutkan ke Gedung DPRD Kab Semarang dan berakhir di Kantor Bupati Kab. Semarang.

Dalam aksi tersebut peserta juga membagikan Ratusan paket sembako kepada pekerja dan pedagang yang terdampak PPKM, mulai dari Kecamatan Bandungan, Bergas dan Ungaran. Pembagian paket sembako juga di berikan kepada pekerja Wisata yang belum tersasar bantuan sembako dari pemerintah dan sejumlah warga miskin di Ungaran dan sekitarnya.
Ketua DPC Ferari Kab. Semarang, Yohanes Sugiwiyarno, SH. mengatakan, dengan kegiatan tersebut selain dapat meringankan beban ekonomi masyarakat juga bersinergi dengan pemerintah dalam mensukseskan program percepatan vaksinasi, sehingga wabah Covid-19 segera teratasi sehingga PPKM Darurat penanganan Covid 19 bisa dilonggarkan.
Kami ikut dalam aksi ini, karena sebelumnya mereka (pedagang, petani, pekerja wisata) datang ke kantor kami untuk konsultasi upaya hukum terkait kebijakan pemerintah. Namun kami arahkan untuk melakukan kegiatan lebih humanis dan bersinergi dengan pemerintah dalam penanganan Covid, jadi seperti inilah kegiatanya,” imbuhnya.

Setelah melakukan aksi sosial tersebut, kemudian 20 orang peserta aksi menuju ke Kantor Bupati Semarang. Namun karena dalam masa pencegahan Covid-19 dan menjalankan Prokes, akhirnya hanya lima orang perwakilan yang diperkenankan untuk dialog dengan Bupati Semarang, Ngesti Nugroho dan Wakil Bupati Basari. Dalam pertemuan tersebut ketua DPC Ferari Kab. Semarang juga menyerahkan copy album lagu “Aku Kudu Piye” yang sengaja di ciptakan olehnya untuk membantu dalam sosialiasi program penanganan Covid 19.

Kami petani sayur juga merasa terdampak. sebab masyarakat jarang yang belanja, apalagi pasar ditutup, bahkan kegiatan masyarakat tidak ada membuat pembeli berkurang. Kami meminta agar Pak Bupati membuat kebijakan agar PPKM dilonggarkan sehingga, kami masyarakat kecil bisa sedikit bernafas,” kata Adi Pratikno, 35, warga Dusun Legowo, Desa Duren, Kec. Bandungan, Kab. Semarang saat audiensi di hadapan Bupati dan pejabat lainya.
Suko Tejo, 42, warga Jetak, Desa Duren, Kec. Bandungan pengusaha Karaoke Bandungan, menyampaikan bahwa penutupan tempat wisata dan tempat hiburan membuat banyak pengusaha yang tidak akan lama lagi gulung tikar. Pihaknya berharap ada solusi dari pemerintah.
“Kami manut pak, kami akan ikuti aturan tapi kami butuh solusi. Pekerja yang nganggur butuh pekerjaan tidak hanya sembako, perusahaan juga butuh hidup untuk bisa membayar bank karena banyak yang masih hutang di bank. Jika memang harus di perpanjang PPKMnya, kami mohon ada kelonggaran agar dapat operasional,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Semarang, Ngesti menyampaikan pihaknya sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Pihaknya sudah berupaya membuat kebijakan untuk membantu masyarakat terdampak Covid. Salah satunya menganggarkan untuk kegiatan kesenian, bantuan sosial bagi masyarakat. Selain itu ada kebijakan kelonggaran 25 persen untuk kegiatan perekonomian masyarakat.
“Kami sudah membagian paket sembako dan juga menganggarkan bagi pekerja seni yang menggelar pentas virtual. Pasar juga sudah kita longgarkan harapannya kegiatan perekonomian terus berjalan. Memang untuk tempat wisata dan hiburan belum bisa di buka, coba nanti dari pak Presiden seperti apa keputusanya untuk wisata dan tempat hiburan,” kata Ngesti.
Ngesti menyampaikan pihaknya bahkan siap mendapatkan punishmen jika kebijakan yang memihak masyarakat ini justru dianggap melanggar. “Semoga wabah ini segera hilang sehingga dapat normal kembali,” imbuhnya.

Dalam audiensi tersebut Wakil Bupati Semarang, Basari menambahkan, bahwa pihaknya sangat berharap agar masyarakat mematuhi protocol kesehatan. Sebab selama ini pihaknya masih melihat banyak masyarakat yang abai terhadap protocol kesehatan.
“Covid ini akan menurun jika kita disiplin dalam protocol kesehatan,” imbuhnya. /JP Rsd

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.