banner 468x60

Polri: Penyebar Hoax Memancing Kerusuhan Dapat Dipidana

586 views
banner 160x600
banner 468x60


Sragen , Journalpolice.id | Kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima serta menyebarkan informasi terkait adanya demonstrasi mahasiswa hari ini Senin 11 April 2022.

Apalagi, pesan yang disebarluaskan itu ternyata berita bohong (hoax) dan dapat menyebabkan keonaran serta kerusuhan.

Dalam hal ini, Polri menegaskan masyarakat yang menyebarkan informasi palsu berpotensi menciptakan kerusuhan atau keonaran dapat dikenakan dengan jeratan hukum pidana.

“Penyebaran berita bohong yang dapat menyebabkan keonaran atau kerusuhan dapat dikenakan pasal pidana loh Sobat Polri,” demikian tulis akun Instagram @Divisihumaspolri, Senin 11 April 2022.

Polri pun menjelaskan Pasal-pasal yang bisa disematkan kepada pihak penyebar informasi palsu tersebut.

1.Pasal 14 Ayat (1) Peraturan Hukum Pidana Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun.

2. Pasal 14 Ayat (2) Peraturan Hukum Pidana Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya 3 tahun.

3. Pasal 15 Peraturan Hukum Pidana Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia menge,arti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 2 tahun.***

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.