banner 468x60

POLRES BLORA PENGUNAAN SENPI SESUAI PROSEDURAL DALAM PENANGGKAPAN TERSANGKA PENCURIAN KAYU

banner 160x600
banner 468x60


JP-Blora – Maraknya pencurian kayu di Kabupaten Blora menjadi perhatian aparatur penegak hukum dikota kota sate ini (julukan kota Blora).

Dalam pengejaran, penangkapan, pemeriksaan dan penetapan tersangka dinilai masih belum memenuhi standar pelayanan operasional, hal ini yang dirasakan oleh orang tua pelaku pencurian kayu yang kini mendekam di Polres Blora.

“kulo kaget, kulo tangklet serat kagem anak kulo, malah kulo ditodong pistol kalian polisi nipun (saya kaget, saya tanya surat untuk anak saya, saya malah ditodong pistol (senpi) polisi itu) “penjelasan sijiman saat ditemui dirumahnya (17/02/2019)

“ngantos sak niki kulo tasih wedi, ajeng medal tasih dereng wantun (sampai sekarang saya masih takut, mau keluar masih belum berani) “ tambahnya.

Senada dengan sujiman, mila istri dari salah satu pelaku juga menyesalkan kejadian pada malam itu

(09/02/2019)“bapak e kulo mboten ngertos nopo nopo, gur ajeng tangklet serat ipun tapi malah ditodong. (bapak saya tidak tau apa-apa, Cuma mau menanyakan surat tapi malah di todong (senpi)) “

Menurut mila, ada ketidak adilan dalam penanganan kasus ini, dia minta sebagai aparat penegak hukum jangan tebang pilih
“ sing nyolong tiyang enem lha kok sing di cepeng gur tigo, sing tumbas kok nggeh mboten dicepeng, mboten adil ngenten niki jeneng e (yang mencuri orang enam, yang ditangkap hanya tiga, yang beli juga tidak ditangkap, tidak adil ini namanya) “imbuh mila.

“kulo nyuwun e sedoyo di cepeng, kersane adil (saya mintanya ditangkap semua, supaya adil)” tutup mila sambil menangis.

Di lain pihak, Kanit Reskrim Polsek Blora Kota (Edi Susanto) memberikan klarifikasi atas apa yang yang diutarakan oleh salah satu keluarga pelaku. Ditemui Di ruang pribadinya (18/02/2019),

Edi menjelaskan semua prosedur yang dijalankan sudah sesuai dengan standar operasional, semua sudah sesuai, termasuk dalam penggunaan senjata api (senpi)” kata Edi diawal klarifikasinya.

Penggunaan senjata dikarenakan kondisi pelaku ada didalam kamar, yang mana bisa memungkinkan terjadinya penyerangan kepada petugas yang ada Di lapangan “kami juga harus mempertimbangkan keselamatan anggota, jika pelaku sewaktu-waktu melakukan penyerangan dengan senjam (senjata tajam) , karena posisi pelaku berada didalam kamar”lanjutnya.

Dalam kasus ini para pelaku dikenakan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan, menurut Edi tidak ada terbang pilih dalam setiap penanganan kasus. sementara untuk penerima kayu,

pihaknya masih melakukan pemeriksaan
“dari hasil pemeriksaan, para pelaku kita kenakan pasal 363 KUHP, karena kayu yang mereka curi adalah milik TPK Medang KPH Rembang, dan untuk penerima masih kami lakukan pengembangan, jika terbukti akan kami kenakan pasal 480 KUHP480 KUHP tentang penadahan”lanjutnya

“kami masih melakukan pengejaran kepada 3 orang pelaku lainnya, jika ada yang mengetahui keberadaannya, segera laporkan kepada kami”Pihaknya menegaskan bahwa Peran serta masyarakat dalam pemberian informasi sangat diperlukan dalam penegakan hukum dilingkup wilayah Kabupaten Blora terutama lingkup hukum Sektor Blora Kota.(red.mjp/pras)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.