banner 468x60

Polres Bartim Tangkap Warga Jakarta Pengedar Ekstasi

139 views
banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id

Kalimantan Tengah – Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kalimantan Tengah sangat mengkhawatirkan. Bahkan peredarannya seakan tidak pernah ada habisnya. Meski sudah banyak kurir maupun pengedar bahkan bandar yang meringkuk di balik jeruji besi, masih saja ada pelaku-pelaku yang lain.

Kali ini kabar terbaru Jajaran Polres Barito Timur (Bartim) melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkumoba) terus melakukan perburuan terhadap pelaku kejahatan Narkotika.

Hasilnya, petugas berhasil menangkap sepasang tersangka yang menjadi pengedar barang haram diduga Narkoba jenis ekstasi berupa Pil dan serbuk di Jalan Desa Jaar Kec. Dusun Timur Kab. Bartim, Kalteng, baru-baru ini.

RH (26) warga jalan Pantai Bahagia Desa Sungai Pandan, Kab. Hulu Sungai Utara, Kalsel ditangkap setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat tersangka sering mengedarkan pil terlarang jenis ekstasi di wilayah Tamiang Layang. Dari tangan tersangka petugas mendapatkan barang bukti dua butir Ekstasi warna hijau dan barang bukti lain terkait kasus tersebut.

Tidak hanya disitu, hasil interogasi terhadap RH terkait asal barang, petugas kemudian menangkap seorang wanita DR (34) warga asal Jakarta yang tinggal di Desa Jaar Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Bartim, Kalimantan Tengah.

Dari tersangka DR, petugas berhasil mengamankan barang bukti satu paket serbuk ekstasi warna kuning, satu paket serbuk ekstasi warna hijau, dua paket serbuk ekstasi warna merah muda dan seperempat butir ekstasi warna merah Muda yang dibungkus dengan timah rokok.

Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan, SIK melalui Kasatresnarkoba AKP Dhani Sutirta, SH membenarkan pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka tindak pidana Narkotika jenis ekstasi.

“Benar berdasarkan informasi dari masyarakat, kedua tersangka pengedar Narkoba jenis ekstasi di wilayah Tamiang Layang berhasil kita tangkap. Saat ini kedua tersangka dan barang bukti sudah kita amankan di Polres Bartim untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Dhani menyebutkan, bahwa ekstasi merupakan jenis narkotika golongan satu dan kedua pelaku saling memiliki keterkaitan. Para pelaku dijerat pasal 114 ayat (1) Jo 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Untuk dari mana asal muasal barang dan hubungan serta profesi masing – masing menjalani bisnis ekstasi itu kami akan sampaikan setelah pemeriksaan yang dilakukan selesai, ” terangnya.

Redaksi Kalteng : Marlianti

Editor : Gendut jp

Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.