banner 468x60

Polisi tes kejiwaan para guru SMPK penabur chat porno kesiswa

banner 160x600
banner 468x60
 Polisi Tes Kejiwaan Guru SMPK Peg Chat Porno ke Siswinya
Awi (journalpolice.id)

Journapolice.id, jakarta– Polisi menangkap ST (25), guru bahasa Inggris di SMPK Penabur, Kelapa Gading, Jakarta Utara karena mengirimkan chat berbau pornografi ke siswinya. Polisi akan melakukan tes psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaan ST.

“Iya nanti akan ke sana, akan kita lakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka ini. Apakah dia punya kelainan seksual atau bagaimana,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada journalpolice.id, Senin (14/8/2017).

Namun, secara kasat mata kondisi kejiwaan ST masih normal. “Kalau normal dalam arti kata dia waras, ya waras. Karena ditanya pun komunikatif, nyambung begitu. Tapi kalau kejiwaan untuk menyangkut apakah ada kelainan seksual itu harus ahlinya yang mendalami,” jelas Hendy.

Kasus terungkap setelah polisi mendapatkan laporan dari salah satu orang tua siswi. Orang tua tersebut merasa aneh karena ST mengirim chat porno ke anaknya melalui aplikasi Line.

Polisi kemudian menangkap ST di sekolahnya. ST mengakui, dia telah mengirimkan chat porno ke empat orang siswinya.

“Sejauh ini yang diketahui baru ada empat siswi yang sering dikirimi chat berkonten pornografi oleh tersangka ST ini,” ungkapnya.

Polisi juga menyita laptop dan handphone milik tersangka TS. Saat dibuka, TS ternyata menyimpan banyak konten foto dan video porno di dalam laptop tersebut.

Bahas Kasus Chat Porno Guru, SMPK Penabur Bertemu dengan Wali Murid

Pihak Sekolah Diminta Nonaktifkan Guru yang Chat Porno ke Siswinya

Kasus Chat Porno Guru, Disdik Jakut Akan Klarifikasi Sekolah

Kasus Chat Porno, Orang Tua Siswi akan Datangi SMPK Penabur

Dalami Kasus Chat Porno, KPAI Akan Segera Temui Murid

Dalami Kasus Chat Porno, KPAI Akan Segera Temui Murid

Kasus Ceramah Ustaz Alfian Tanjung akan Disidangkan Pekan Ini
( Awi JP )
Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.