banner 468x60

Polisi Serahkan 3 Tersangka Korupsi Asian Games ke Kejaksaan

banner 160x600
banner 468x60


JOURNALPOLICE.ID-Jakarta – Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games yang menyeret 2 petinggi Komite Olahraga Indonesia (KOI) telah dinyatakan lengkap. Tiga tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut diserahkan ke pihak kejaksaan siang tadi.

“Hari ini tiga tersangka kita serahkan tahap dua ke kejaksaan, karena berkasnya sudah lengkap (P21). Berkasnya P21 dari beberapa waktu lalu,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat kepada salahsatu wak media, Selasa (2/5/2017).

Ketiga tersangka itu yakni Dodi Iswandi selaku Sekjen KOI, Anjas Rivai selaku Bendahara KOI dan pengusaha Iwan Agus Salim selaku penyedia jasa. Mereka diserahkan ke kejaksaan dengan pengawalan aparat polisi pada pukul 14.00 WIB tadi. Ketiga tersangka tangannya diborgol saat dimasukkan ke mobil tahanan.

Selain menyerahkan ketiga tersangka, polisi juga menyerahkan barang bukti dalam perkara tersebut, di antaranya 6 kotak besar berisi dokumen, serta uang tunai Rp 800 juta, sejumlah rekening. Polisi juga menyita aset sebidang tanah di Tasikmalaya, Jawa Barat dari tersangka Iwan.

“Dari tersangka Iwan kita sita sebidang tanah senilai Rp 1,2 miliar di Tasikmalaya,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ferdi Iriawan mengatakan, Dodi dan Anjas adalah tersangka korupsi untuk pengadaan sosialisasi Asian Games di enam kota yakni Palembang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan dan Banten.

“Untuk sementara ini baru yang (korupsi pengadaan di) Kota Surabaya yang kita tingkatkan ke proses penyidikan, yang lainnya menyusul,” ujar Ferdi.

Ferdi menyatakan tersangka Dodi selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam pengadaan barang dan jasa tersebut tidak melakukan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya. Akibatnya, atas kasus ini kerugian negara mencapai Rp 10 miliar.

“Mekanisme pengadaan itu sudah menyalahi aturan, itu yang menimbulkan kerugian negara. Dia tidak melaksanakan mekanisme lelang sesuai ketentuan yang berlaku, tidak memastikan pekerjaan itu sesuai kontrak,” jelasnya. Red.Mjp/rhdyt.sbr:dtk.c

Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.