banner 468x60

PIMCAB BANK BRI MEDAN KETANGKAP DI SOLO, BUAH KEJAR KEJARAN KEJARI WALAU SUDAH PINDAH KE BERBAGAI KOTA DAN PULAU

banner 160x600
banner 468x60


JOURNALPOLICE.ID- BINJAI – Mantan Pimpinan Cabang BRI Pembantu Katamso Medan, AS diciduk Kejari Binjai dari ruangan kantornya di Jakarta Senin siang (12/11/2018). Kajari Binjai Viktor Antonius Saragih Sidabutar bersama Kasi Pidsus Asepte Gaulle Ginting turun langsung mengejar tersangka kredit fiktif ini As dipindah ke sana kemari
akhirnya ketangkap

Kajari menjelaskan bahwa pencidukan AS setelah mengumpulkan informasi dari sumber-sumber pihak kejaksaan soal keberadaan AS yang sudah tidak berdomisili di Sumatera Utara. Info yang ada AS pindah kerja ke Jogja dan Solo masih sebagai pegawai BRI.

“Dapat informasi tesangka tugas Jogja dan Solo. Kami kejar ke dua kota ini. Tapi ternyata tidak ada. Dari penelusuran akhirnya AS berhasil kita dapati informasinya lagi berada di Jakarta. Tim ke Jakarta, semalam kami datangi langsung,” kata Kajari, Selasa (13/11/2018).

Di Jakarta, Tim Kajari langsung mendatangi kantor anak perusahan BRI tempat AS bekerja. Saat itu juga AS didatangi ke ruang kerjanya. AS yang mengenakan kemeja putih pun digiring turun lewat tangga.

“Kami menjemput tersangka di saat dia lagi kerja, didatangi dan dibawa ke sekuriti awalnya. Dia ikut kami, dia mengakui benar bahwa dia AS Pimcab BRI Cabang Pembantu. Jadi langsung kami bawa,” jelas Kajari.

Penasehat Hukum AS dari Credo Law Assosites Rikki Josua Silitonga mengatakan, benar bahwa kliennya mengetahui soal kredit yang belakangan temuan fiktif. Rikki pun menjelaskan kliennya yang mengurusi soal kredit nasabah, DS yang sudah jadi tersangka.

“Dia memang menyetujui kredit. Saat itu nasabah memiliki jumlah tabungan yang tidak sedikit di BRI Katamso, yang saya tahu 3 miliar dan ditambahi 5 miliar, itu alasannya kenapa dikabulkan. Kalau cek jaminan dicek oleh marketing, dan dicek Bapak, tapi gak tahu lah mungkin ada settingan,” katanya

Lanjut Rikki, AS pensiun dini karena istri sakit. BRI lama dan Bri Agro beda manajemen. AS pindah dari Medan ke Solo baru ke Jogja dengan posisi yang sama. Di Jogja dua kali perpindahan. Pensiun istrinya sakit otak.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai telah menetapkan dua pejabat BRI dan seorang nasabah atau pemohon kredit resmi ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (9/10/2018) silam.

Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar menuturkan, kredit fiktif yang menjadi perkara bermula dari nasabah seorang pengusaha berinisial DS yang meminjam uang ke BRI Cabang Pembantu Katamso Medan sebesar Rp 500 juta‎ pada 2009. Teranyar diketahui pinjaman dilakukan sebanyak tiga kali dengan nilai yang sama, Rp 500 juta dikali tiga, sehingga ada temuan 1,5 miliar.

Dijelaskan Kajari, DS dalam pengajuan permohonannya memakai atas nama UD Grace Panglima Denai, CV Finance SS, CV Deandls dengan jaminan Bangunan SHM No 703, SHM No 699, SHM No 698.

Perkaranya kredit fiktif. Jaminan tidak sesuai faktanya, sudah kita tetap juga tersangka tiga orang. Kapasitasnya pejabat bank ada dua orang, dan pihak swasta seorang. Kita tetapkan tersangka, dalam dua perkara yang beda.

Tersangka dari pihak Bank yakni AS Pimcab BRI Pembantu Katamso Medan dan OS pejabat pelaksana yang malakukan tugas penilaian kegiatan di lapangan untuk proses permohonan kredit. Sedangkan pihak swasta adalah pemohon DS.

Sejauh ini terhadap para tersangka belum dilakukan penahanan. Pihak Kejari akan melengkapi nita pendapat terlebih dahulu untuk proses lanjut penahanan.”Penahanan masih akan proses lanjut. Nota pendapat terlebih dahulu berdasarkan objektif dan subjektif,” kata Kajari.

Dua pejabat ditetapkan tersangka karena BRI Cabang pembantu SM Raja memberi pinjaman, tidak mengecek langsung jaminan apakah sesuai dengan berkas yang dijaminkan. Dalam kasus ini KPKNL Kajari telah memanggilnya.

Hasil koordinasi dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) telah memeriksa dan memintai keterangan mengenai usaha mengenai properti DS. Temuannya izin tidak ada. Dan temuan BPN Kota Binjai bahwa jaminan DS memang tidak sama dengan perjanjian kredit dia.

Diketahui jaminan DS kepada BRI Cabang Pembantu Katamso Medan berupa ruko tiga pintu, berlantai dua di Jalan Soekarno-Hatta, Km 18, Binjai Timur. Diduga tanpa dilakukan pengecekan lebih dulu oleh BRI Cabang Pembantu Katamso, perbankan plat merah itu mencairkan dana pinjaman kepada DS.‎

Pascamenerima dana pinjaman, DS macet dan terus menunggak dalam membayar kredit. Akibatnya, BRI berupaya melakukan penyitaan atas ketiga ruko tiga pintu yang menjadi jaminan.

Usai disita, BRI melakukan pelelangan per rukonya sebesar Rp 275 juta pada Juli 2013. Menurut Kajari, pemenang lelang itu adalah Sugianto. Oleh Sugianto, ruko yang dibelinya melalui pelelangan BRI itu dijual kepada Moina yang kemudian atas nama Sertifikat Hak Milik (SHM) dibaliknamakannya.

Hasil temuan terjadi sengketa. Rupanya pemilik ruko yang dibeli Sugianto itu milik Herlina Purba yang berdomisili di Jakarta. Herlina Purba pun kaget asetnya disita oleh BRI yang kemudian berubah SHMnya

Sejumlah saksi yang pernah diperiksa dalam proses penyelidikan perkara, di antaranya Herlina Purba, pihak yang merasa dirugikan dan komplain karena asetnya disita oleh BRI, pejabat di BRI Cabang Pembantu Katamso Medan. (red.mjp/rhyt.sbr:tribun)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.