banner 468x60

PERKUSI LIRABICA. BERUJUNG MINTA PERLINDUNGAN KE LKBH SOKSI

252 views
banner 160x600
banner 468x60

Jakarta, Selasa 21-09-2021, LIRABICA meminta bantuan kepada Dewan Eksekutif Pusat LKBH SOKSI, yang diterima secara langsung oleh Direktur Eksekutif Pusat DEP LKBH SOKSI, permintaan bantuan hukum tersebut disebabkan LIRABICA telah dipersekusi oleh kelompok masyarakat dengan cara masuk kedalam pekarangan dan rumah dari LIBERICA pada tanggal 29-05-2021, atas kejadian tersebut LIBERICA dan keluarganya mengalami sock, ditambah kedua orang tua dari LIBERICA yang sedang sakit tanpa ampun juga hampir dipukul ;

Persekusi tersebut terjadi pada Jam 09.31 WIB, pada tanggal 29 Mei 2021, kelompok masyarakat tersebut secara beramai-ramai bersama dengan Ketua Rt yang notabene oknum aparat kepoisian memaksa masuk kedalam pekarangan dan rumah LIRABICA yang terletak di Cluster Den Haag, Kota Wisata, Cibubur, Kabupaten Bogor, masyarakat tersebut memaksa masuk disertai ancaman dan paksaan kepada LIRABICA sekeluarga,

kelompok masyarakat itu berteriak-teriak dan mencaci maki menggunakan kata-kata kotor dan tidak senonoh menyerang nama baik, kehormatan dan maratabat LIRABICA yang pernah menjadi finalis Miss Earth Indonesia 2012, massa tersebut memaksa LIBERICA dan keluarganya kekuar dan pindah dari lingkungan Cluster DEN HAAG, Kota Wisata yang telah dihuninya selama beberapa tahun ini.

Neil Sadek, S.H. (Direktur Eksekutif Pusat LKBH SOKSI) menyatakan “tidak dapat dibenarkan tindakan persekusi “main hakim sendiri” terhadap seorang warga negara dalam Wilayah Negara Kesatuan R.I. yang berdasarkan hukum”, tindakan main hakim sendiri (eigen richting) merupakan suatu bentuk perbuatan bar-bar yang hanya dapat terjadi pada daerah atau tempat yang tidak beradab, diharamkan bagi setiap orang atau kelompok orang main hakim sendiri di negeri ini,

Indonesia adalah Negara Hukum”, siapapun pelaku dari perbuatan main hakim sendiri wajib ditindak dengan tegas, tanpa kompromi siapapun pelakunya”, kemudian dikatakan oleh Direktur Eksekutif Pusat LKBH SOKSI tersebut bahwa “setiap warga negara mempunyai kesamaan di depan hukum (equality before the aw), sehingga tidak ada yang sakti atau kebal hukum di negeri ini, proses penegakan hukum (law enforcement) atas suatu kejahatan wajib ditegakkan, baik pelaku individu ataupun kelompok masyarakat, karena mereka semua adalah subyek hukum yang dibebani suatu kewajiban hukum untuk mentaati norma-norma hukum yang berlaku”;

Neil Sadek, SH juga menyatakan “tidak boleh seorang atau kelompok orang melakukan pengusiran seperti yang dialami oleh LIBERICA, sebab LIBERICA seorang Warga Negara Indonesia yang mempunyai hak-hak azasi yang dijamin oleh Undang-Undang tentang Hak Azasi Manusia untuk bebas berdiam dan dapat memilih hidup dan bertempat tinggal dimana saja di setiap jengkal di negeri ini”,

dalam kasus ini seharusnya apabila ada suatu permasalahan sebaiknya mengadukan kepada aparat setermpat untuk memusyawarahkannya dengan bijaksana dengan cara melakukan suatu proses “tabayyun” oleh tokoh masyarakat kemudian dicari solusi yang bijaksana, bukan melakukan persekusi “main hakim sendiri” ;*(Juwani)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.