banner 468x60

Penerima Bantuan UPPO Kelompok Tani Mulyo Desa Menganti Dilaporkan Ke Kejaksaan Di Duga Menggelapkan 10 Ekor Sapi Bantuan Pemerintah Tahun 2014

banner 160x600
banner 468x60

JP, Jepara — Dengan adanya desas desus pemberitaan penerima bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik ( UPPO ) motor roda 3 dan 10 ekor ternak sapi, kandang komunal oleh kelompok tani Tani Mulyo inisial J Desa Menganti Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara Jawa Tengah, di laporkan warganya ke Kejaksaan Negeri Jepara adanya dugaan penggelapan 10 ekor sapi bantuan Pemerintah tahun anggaran 2014 .

Setelah informasi ini senter beredar di kalangan LSM maupun media, dan masyarakat, bahwa ketua kelompok Tani Mulyo inisial J yang menerima bantuan UPPO tahun 2014 dilaporkan ke Kejaksaan oleh warganya ada dugaan penggelepan 10 ekor sapi ternak, paket kandang komunal rumah Unit Pengolahan pupuk Organik ( UPPO ) dan motor roda 3 bantuan TA 2014, sebesar RP 200.000.000. masih dalam penyidikan.

Dengan adanya informasi perkembangan kasus perkara dugaan penggelapan 10 ternak sapi yang dilakukan oleh ketua kelompok Tani Mulyo J, yang sudah di meja hijau perkaranya, salah satu media lokal mengali informasi kepada beberapa kelompok tani yang pada tahun 2014 yang juga menerima bantuan UPPO.
Keterangan dari salah satu penerima yang pada tahun yang sama menerima bantuan ada 9 kelompok Tani dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Jepara.
Media Journal Police mengumpulkan keterangan yang akurat ke narasuber – narasuber yang pada tahun 2014 mendapatkan bantuan yang sama yaitu Unit Pengolahan Pupuk Organik ( UPPO ) satu persatu. 20/01/2022.

Menurut keterangan saksi yang juga penerima bantaun UPPO TA 2014 yang tidak mau disebut namanya, terkait kronologisnya pada waktu penerimaan bantuan UPPO kebetulan bersamaan dengan saya, dan saya palen/belatik sapi, jadi kelompok Tani Mulyo membeli beberapa ternaknya ke saya, maka saya di jadikan atau di mintai menjadi saksinya.

Dalam hal ini kasus perkara bergulir di meja hijau, di duga tersangka sudah di sidangkan beberapa kali, akan tetapi ada kejanggalan terhadap tersangka sampai sekarang tidak di tahan APH.

Melalui Chat Watshapp oleh awak media mohon konfirmasi kepada Kasi Pidsus, keterangannya Kasi Pidsus, mengarahkan koordinasi, konfirmasi kepada Kastel, jadi kami dalam hal ini masih mencari keakuratan informasi kasus perkara ini sebenarnya.
Dan kami masih menunggu hasil hitungan kerugian Negara,, nanti kita kabari perkembangan selanjutnya,,Terangnya.
bg/jmk

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.