banner 468x60

Pendidikan Anti Korupsi Bulan Juni Mulai Diajarkan di SMA/SMK

256 views
banner 160x600
banner 468x60


Jp-Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika mengungkapkan, terkait wacana pendidikan anti korupsi yang rencananya akan segera diterapkan di sekolah SMA/SMK di seluruh Jabar. Seiring dengan himbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika bertemu dengan Gubernur Jabar pada Senin (25/3/2019).

Dewi Sartika mengatakan, perilaku antikorupsi sebaiknya diterapkan sejak dini kepada anak-anak. Dewi mengatakan, pendidikan anti korusi bisa diterapkan melalui pendidikan karakter kepada anak-anak.

Agar mengetahui dan menghindari perbuatan korupsi. Dia mengatakan, rencananya implementasi pendidikan antikorupsi akan diterapkan melalui manajemen berbasis sekolah dengan kegiatan intrakulikuler atau masuk ke dalam mata pelajaran.

Selain itu, bisa juga melalui kegiatan kokulikuler, dan ekstrakulikuler secara kreatif dan terpadu. Dia juga menuturkan, Disdik juga mengoptimalkan tripusat pendidikan meliputi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Implementasi pendidikan antikorupsi yang terdiri dari tiga tahap.

Pertama, membuat perencanaan yang matang atas inisiatif pendidik sesuai dengan kebutuhan siswa. Kedua, melakukan kegiatan belajar yang melibatkan semua indera siswa dengan aktivitas yang menarik dan menyenangkan. Ketiga, yakni menyiapkan pembelajaran di kelas, di luar sekolah, di lingkungan keluarga dengan melibatkan semua pihak.

Pendidikan antikorupsi direncanakan mulai diimplementasikan di satuan pendidikan per bulan Juni atau saat tahun ajaran baru dimulai.

“Kita harus manfaatkan waktu dari sekarang. Masih ada ada dua bulan ke depan untuk penyusunan. Lakukan juga koordinasi dengan kepala daerah di kabupaten/kota agar mampu menghasilkan rumusan pendidikan antikorupsi yang berkearifan lokal,” tuturnya.

Dewi menambahkan, ko­rupsi tak ubahnya seperti penyakit kanker. Saat masih stadium satu, pengidapnya terlihat baik-baik saja, masih tetap bugar karena entitas penyakitnya masih kecil.

Men­urut dia, perilaku korupsi akan memberi dampak buruk bagi kelangsungan hidup se­seorang.

”Korupsi akan melemahkan daya saing kita, dan secara menggurita akan menurunkan tingkat kompetitif manusia,” tambahnya.(red.jp/ij.cm)

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.