banner 468x60

Pembangunan Talud Desa Klepu Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi RAB

banner 160x600
banner 468x60

Jepara,Journal Police.id Pembangunan Talud Desa Klepu Diduga Tidak Sesuai soesipikasi rab
Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak dua tahun terakhir, membuat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur terhambat. Bahkan, tak sedikit kegiatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tertunda.

Beruntung pelaksanaan pekerjaan pembangunan talud jalan & pagar pengaman Desa Klepu Kecamatan Keling Kabupaten Jepara , masih bisa dikerjakan dengan volume, T = 0,7 m, P = 23,5 m, dan pagar pengaman P = 82 m dana yang bersumber dari Bantuan Keuangan ( Bankeu ) Kabupaten sebesar Rp 70.000.000,- tepatnya di dukuh Nglero Lembah dan Talun Rt.16 dan RT. 17 Rw. 01 proyek tersebut diduga rawan akan penyimpangan dan mark up. Sesuai data pekerjaan dilapangan pasalnya , bangunan tersebut dikerjakan sesuai dengan spesifikasi pelaksanaan proyek oleh rekanan, akan tetapi ditemukan beberapa kejanggalan pada bentuk fisik bangunan. Selain pada pasangan batu pondasi, diduga juga ukuran besi kolom atau begel yang tidak sesuai dengan RAB, selain itu juga tidak adanya lantai kerja sebagai dasar pondasi kekuatan talud, sehingga dikhawatirkan pondasi talud tersebut kurang kuat.

“Saya berharap pihak pemerintah harus ketat dalam pengawasan proyek, agar pekerjaannya tidak asal jadi dan bisa mengutamakan mutu kualitas

Selain itu pekerjaan yang diduga rawan akan penyimpangan tersebut, hasil penelusuran awak media JP saat dilokasi proyek, juga terdapat papan informasi sebagai sarana transparansi informasi keterbukaan publik untuk masyarakat. Terlihat dengan jelas dlm foto dokumentasi papan anggaran itu tidak lengkap dimana tidak mencantumkan tgl, bln, dan tahun kapan dimulainya proyek dan kapan selesainya serta no. Tlpn TPK selaku tim pelaksana kegiatan juga tidak dicantumkan, anehnya juga justru dalam papan anggaran mencantumkan adanya swadaya dari masyarakat.

Dari hasil investigasi awak media JP kepada pihak pekerja juga mengaku tidak mengetahui hal tersebut , lantaran pihaknya hanya sebagai pekerja harian lepas.
” Soal papan anggaran proyek kami tidak tau apa-apa mas, kami hanya pelaksana pekerjaan harian lepas saja , tanyakan saja sama pemborongnya jawab salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya “
Selanjutnya pada hari Kamis 30/12/21 Kepala Desa Klepu dihubungi awak media JP lewat sambungan telepon untuk meminta konfirmasi tentang proyek talud dan pagar pengaman tersebut,beliau menjawab bahwa proyek tersebut adalah aspirasi dari dewan partai Nasdem alm. Patemak, mengenai ada dana swadaya masyarakat beliau menjelaskan dana swadaya itu merupakan dana administrasi jawaban tersebut jelas pembodohan dan terkesan lucu sekelas Kepala Desa harusnya bisa memberikan jawaban yg tepat dan benar sehingga tidak membingungkan/menyesatkan masyarakat dan juga publik, beliau juga mengatakan jika semua pekerjaan sudah ada yang mengurus, yaitu pihak TPK.

” Untuk pekerjaan sudah dilaksanakan oleh pemborong yang bernama Imam, jadi saya tidak tau apa-apa, soal pekerjaan tersebut silahkan temui TPK saja atau Imam pemboronnya, dia yang mengurus tentang pelaksanaan pekerjaan tersebut “, kata Kades Desa Klepu.
Dari Keterangan Kades Desa Klepu tersebut, kami ( awak media ) mencoba menghubungi Imam pemborong proyek namun blm bisa terhubung.

Diharapkan dengan adanya bantuan keuangan yang dikucurkan oleh pemerintah baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun daerah dapat dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi proyek, sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat dalam kurun waktu jangka panjang.

Masyarakat juga diminta saling mengawasi dan membantu pemerintah agar semua pekerjaan sesuai spesifikasi dan RAB.

“Saya berharap pihak pemerintah khususnya dinas terkait harus ketat dalam pengawasan proyek, agar di lapangan pekerjaannya tidak asal jadi dan bisa mengutamakan mutu kualitas pekerjaan,” jmk/bgs

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.