banner 468x60

Pembangunan Jembatan Penghubung 2 Desa Di Pati Di Duga Dikerjakan Asal Asalan, Warga : Kadesnya Untung Banyak

banner 160x600
banner 468x60

Journalpolice.id__ Pati – Masyarakat Desa Pagerharjo khususnya dukuh Prapean Kulon Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati Jawa Tengah, mempertanyakan proyek pekerjaan jembatan jalan tembus desa Jontro, Wedarijaksa, Pati, Jawa Tengah yang dikerjakan asal asalan.

Proyek yang berjalan 1 bulan lebih, bersumber dari APBD tahun 2019 sebesar Rp 200 juta, dengan jenis kegiatan sarana dan prasarana pembangunan jembatan dengan volume P 8,35 meter, L 3,05 meter, dan Tinggi 5,0 meter, yang dikerjakan dengan cara swakelola itu dianggap bermasalah karena untuk pekerjaannya asal asalan

Salah satu warga Dukuh Prapen Kulon Desa Pagerharjo yang tidak mau dipublikasikan namanya mengatakan bahwa proyek yang dibuat untuk masyarakat seharusnya memperhatikan kualitas bahan bangunan yang sesuai standar, tapi malah menggunakan bambu sebagai pengganti besi cor.

“Saya pertanyakan, bahan yang digunakan itu apa, alokasinya bagaimana, termasuk cara pekerjaannya, karena ada sedikit kejanggalan.” ungkapnya kepada wartawan Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, pembangunan proyek pekerjaan jembatan menggunakan bahan bangunan yang tidak sesuai dan di khawatirkan mengurangi umur bangunan.

“Sebagian besi cor di ganti dengan batang bambu dan ukuran besi cor menggunakan yang kecil, lebih besar batang rokok, sehingga di khawatirkan mengurangi umur bangunan.” katanya.

Kepala Desa Pagerharjo Iwan Harnoto saat di hubungi lewat pesan singgkat WhatsApp mengaku bahwa proyek pekerjaan jembatan yang bersumber dari ABPD Provinsi tahun 2019 sudah sudah sesui.

” baru kali ini ada yang menanyakan tentang proyek jembatan tersebut, kalau mau lihat, jangan lihat dari atasnya dan silahkan tanya sama TPK saya. ” jelasnya.

” kalau tidak puas, silahkan datang kelokasi, saya tunggu sama TPK di lokasi. ” cetusnya dengan nada tinggi.

Disinggung masalah besi cor yang ukuranya lebih besar dari batang rokok, Iwan Harnoto mengatakan, kalau kontruksi itu di bawah, yang di atas itu sandaran dan itu besi stekan bukan besi cor.” kata Iwan Harnoto.( suf )

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.