banner 468x60

PD BPR BANK SALATIGA GELAPKAN UANG NASABAH BERAKHIR DAMAI

508 views
banner 160x600
banner 468x60
NASABAH SELALU BERHATI MULIA MEMAAFKAN PIHAK BANK DAN KARYAWANYA ???
Journalpolice.id, Salatiga-Sidang gugatan perdana kasus dugaan penggelapan dana nasabah melalui bilyet deposito palsu di PD BPR Bank Salatiga,Selasa(31/7/2018) dan berakhir dengan upaya mediasi damai. Penggugat (nasabah) dan tergugat, yakni PD BPR Bank Salatiga, Wali Kota Salatiga, dan mantan karyawan PD BPR Bank Salatiga, sepakat mengembalikan uang kepada nasabah yang melalui prosedur resmi pembuatan bilyet deposito berjangka.
Dalam sidang yang di gelar pihak penggugat adalah Sri Untari Hosodo dengan kuasa hukum Heru Wismanto.
Sementara itu Sri Mulyono mengatakan kami sepakat untuk menempuh mediasi damai dalam kasus ini dan disetujui hakim ketua. Persoalan nasabah yang depositonya tidak bisa dicairkan di PD BPR Bank Salatiga akan dipenuhi haknya, di mana dana deposito akan dikembalikan.
Penggugat atau nasabah melalui pengacaranya juga sepakat mediasi damai,” pengacara PD BPR Bank Salatiga dan mantan karyawan, di Pengadilan Negeri Salatiga, Selasa (31/7) siang.
Sebelum memasuki ruang sidang, di luar ruangan kami sudah sepakat untuk menyelesaikan secara damai persoalan di PD BPR Bank Salatiga. Bank ini merupakan lembaga keuangan milik Pemkot Salatiga yang harus dijaga dan diselamatkan karena tidak ada persoalan keuangan di PD BPR Bank Salatiga, karena likuiditas keuangannya sangat baik,persoalan deposito yang tidak bisa dicairkan merupakan ulah oknum karyawan, yang kini telah dikeluarkan dan diperiksa di Kejaksaan Negeri Salatiga,ungkap Sri Mulyono.
Sri Mulyono menjelaskan Habib Shaleh sebagai Direktur Utama PD BPR Bank Salatiga pada kesempatan ini tidak mengetahui aksi penggelapan dana nasabah yang dilakukan karyawannya itu.
Aksi itu murni dilakukan oleh oknum karyawan,mereka harus mempertanggungjawabkannya, karena telah dilaporkan ke Kejari Salatiga. Terdapat persoalan pula di proses sidang gugatan tersebut, di mana salah satu mantan karyawan yang menjadi salah satu tergugat, menyatakan memiliki bukti setor ke PD BPR Bank Salatiga dan tidak terlibat penggelapan uang nasabah, sehingga masih perlu pembuktian.
Heru Wismanto, kuasa hukum nasabah menjelaskan, proses damai dipilih karena ada jaminan bagi kliennya mendapatkan hak kembali dari PD BPR Bank Salatiga, agar deposito miliknya bisa dicairkan kembali. Dari total Rp 1,2 miliar deposito dalam bentuk empat bilyet, satu bilyet sudah dicairkan sebesar Rp 500 juta. Masih terdapat Rp 700 juta yang belum bisa diambil.
Dirut PD BPR Bank Salatiga, Habib Shaleh, saat dikonfirmasi awak media engungkapkan, persoalan itu sudah dibawa ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Semarang,OJK telah mengeluarkan rekomendasi, PD BPR Bank Salatiga bisa mencairkan dana nasabah, dengan bukti bahwa bilyet deposito yang dipegang adalah asli. Dijelaskannya kondisi keuangan PD BPR Bank Salatiga sangat baik dan tidak terpengaruh kasus itu. ”Secara prinsip, deposito nasabah yang masuk dalam sistem PD BPR Bank Salatiga aman, dan akan dikembalikan bila ingin dicairkan,ujar Habib.
Sumber : prabu Mjp
Editor Red : R.hidayat
Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.