banner 468x60

PBH LIDIKkrimsus RI : Akan Melayangkan Pelaporan Dugaan Penyelewengan Anggaran Pembangunan Pasar Desa di Pati

banner 160x600
banner 468x60


Journal police.id | Pati – DPP PBH LIDIKkrimsus RI R Hidayat selaku Direktur Kebijakan Publik, akan melakukan pelaporan ke Kajati Semarang terkait Pembangunan pasar Desa Karaban, kecamatan Gabus, kabupaten Pati, Jawa Tengah yang di pertanyakan berbagai pihak lantaran di duga tidak ada transparasi terkait penggunaan anggaran.

Direktur DPP PBH Lidikkrimsus RI menerima informasi yang dihimpun media serta akan mengumpulkan bukti bukti untuk selanjutnya akan dijadikan bahan pelaporan.

Dari awak media menjelaskan selain menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) tahun 2020 sebesar Rp, 458.499.375,- untuk pembangunan sebelah sisi utara dengan volume 1.153 M² serta anggaran dari Pendapatan Asli Desa (PAD) tahun 2020 sebesar Rp, 413.452.762,- untuk pembangunan teras, kanopi kios timur, kios samping dan kios baru belakang.

Selain menggunakan anggaran yang diploting dari DD dan PAD, Kades juga diduga secara terang terangan memungut sewa kios yang dipasang teras dan kanopi dari para pedagang dengan dalih uang hasil pungutan tersebut dipergunakan untuk pembangunan pasar tersebut.

Salah satu pedagang yang di temui wartawan beberapa waktu lalu keluhkan adanya pungutan sewa teras yang harus dibayar setiap tahunya kepada Kades.

” Kios ini sewa 1juta permeter pertahun dan sejak ada tambahan teras, Kades juga meminta biaya tambahan 6 juta pertahun dan itu bayarnya langsung ke Kades.” Ungkap salah satu pedagang

Hal yang sama juga di ungkapkan salah satu perangkat desa Karaban kepada wartawan media ini beberapa waktu lalu, untuk sewa kios pedagang di tarik biaya sewa kios permeter 1juta pertahun dengan luas kios 3×3 meter dengan dalih uang dari sewa kios tersebut untuk anggaran pembangunan pasar.

” Ini sudah tidak beres, anggaran pembangunan pasar kan sudah jelas, kenapa pedagang masih di tarik uang sewa dengan dalih untuk pembangunan pasar, lalu di kemanakan uang hasil pungutan dari para pedagang tersebut ?.” Cetus salah satu perangkat yang tidak mau disebut namanya.

Hingga berita ini di terbitkan, Kades Karaban tidak memberikan tanggapan saat di hubungi wartawan, Kamis (19/8/2021) baik melalui sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp (WA).

( suf/dn )

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.