banner 468x60

Omnibus Law Cipta Kerja Untungkan Karyawan

107 views
banner 160x600
banner 468x60


Foto ilustrasi pekerja

Journalpolice.id | Omnibus Law Cipta Kerja merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam menyederhanakan obesitas regulasi. Selain berupaya mempermudah investasi, Omnibus Law diyakni mememiliki banyak dampak positif diantaranya menyerap tenaga kerja.

Saat ini Indonesia sudah memasuki era industri 4.0 dimana pada era tersebut dibutuhkan kecepatan dalam setiap proses yang ada, bahkan untuk membayar saja, saat ini seseorang bisa membayar makanan tanpa perlu mengambil dompet, cukup scan QR Code maka transaksi sudah selesai.

Hal tersebut sudah cukup menggambarkan bahwa proses transaksi ekonomi telah mengalami revolusi menjadi lebih cepat,

Untuk menyambut hal tersebut, tentu kita harus menyesuaikan dengan adanya revolusi undang-undang yang memangkas birokrasi yang berbelit-belit.

Undang-undang ketenagakerjaan tahun 2003 tentu sudah usang dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Sehingga dibutuhkan formula baru, dimana pemerintah telah menyiapkan formula tersebut berupa perampingan regulasi yang ada pada RUU Omnibus Law.

Maka, jika dipelajari, Omnibus Law UU Cipta Kerja mempunyai banyak keuntungan bagi pekerja. Apa saja keuntungannya? Berikut rangkumannya:

Berikut Manfaat dari Omnibus Law UU Cipta Kerja Bagi Pekerja:

1. Beri Kepastian Bonus Hingga Jam Lembur

Menko Airlangga menyebutkan, dalam UU Ciptaker, salah satunya sudah diatur tentang bonus yang akan diterima para buruh. Bahkan telah diatur pula jam lembur para buruh.

“Dalam UU tersebut sudah diatur bonus yang diterima buruh berbasis kinerja. Jumlah maksimal jam lembur juga ditambah dari tiga jam menjadi empat jam per hari. Ini tentunya menjadikan buruh lebih produktif,” ujar Menko Airlangga di Gedung DPR RI, Senin (5/10).

2. Jaminan Korban PHK

Menko Airlangga menambahkan, dalam UU Ciptaker, disebutkan bahwa pemerintah akan membantu para karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan memberikan berbagai pelatihan kerja.

Selain itu, jika belum mendapatkan pekerjaan, maka pemerintah akan memberikan bantuan berupa uang tunai, yang akan dibayarkan selama enam bulan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah hadir untuk membantu para karyawan yang di-PHK. Kalau belum dapat kerja, mereka akan dapat bantuan berupa gaji dari BPJS Ketenagakerjaan, formatnya adalah asuransi,” ujar Menko Airlangga.

3. Hak Cuti Haid dan Hamil Tidak Dihapus

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan cuti hamil dan cuti haid di UU Cipta Kerja tidak dihapus. Pekerja wanita tetap bisa memanfaatkan cuti tersebut di waktu yang dibutuhkan.

”Cuti tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Jadi (UU) Cipta Kerja tidak menghapus cuti haid dan cuti hamil yang sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan,” katanya. Airlangga juga menuturkan, dalam UU juga mengatur penyesuaian jam kerja. “Pengaturan jam kerja disesuaikan apakah industri apakah ekonomi digital,” ujarnya.

4. Buka Lapangan Kerja

Selain itu, menurut Menko Airlangga, salah satu cara untuk menyediakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya adalah dengan menarik investasi baik dalam maupun luar negeri. Dengan adanya UU Ciptaker ini bisa menghapus dan menyederhanakan UU yang mempersulit investasi.

“Untuk itulah diperlukan UU Cipta Kerja yang mengubah atau merevisi beberapa UU yang menghambat pencapaian tujuan dan penciptaan lapangan kerja. UU tersebut sekaligus sebagai instrumen dan penyederhanaan serta peningkatan efektivitas birokrasi,” jelasnya.

5. Pesangon Pekerja Tetap Menjadi yang Tertinggi di Dunia

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Raden Pardede, mengatakan rencana pemotongan pesangon dalam RUU Ciptaker itu justru menjadi jalan tengah antara kepentingan pengusaha dan pekerja atau buruh. Mengingat nilai pesangon bagi pekerja di Indonesia termasuk tinggi di dunia.

“Pemotongan pesangon dari 32 kali mungkin menjadi 25 kali, apa itu seperti menjadi kerugian buat pekerja? mungkin iya. Tapi, kita termasuk paling tin

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.