banner 468x60

Oknum Pengelola Wisata Pantai Bandengan Di Duga ada main Dengan Pemilik Tempat Bilasan

banner 160x600
banner 468x60


JEPARA| JournalPolice.Id,  Sabtu 16/ 09/22 Wisata Pantai Bandengan kec.Jepara, kab.Jepara, Provinsi Jawa Tengah tuai kritik ke penglola

Pantauan awk media jp Wisata Pantai yang sangat di idolakan oleh masyarakat Jepara kini semakin gak jelas sistem tata kelolanya  banyak para pengunjung mengeluhkan kondisi pantai pada saat ini tidak seperti sebelum sebelumnya yang tertata dengan rapi, sekarang berbeda jauh.

Saat diwawancarai salah satu pengunjung asal kabupaten Semarang sebut saja Ar, mengatakan dulu sewaktu pertama kali saya kesini gak ada motor yang parkir di depan warung, atau tempat santai, atau di taman, kini selain ada tikar yang disewakan dari salah satu warung milik PKL juga ada sepeda motor yang parkir sembarangan, anehnya hal itu di ketahui petugas atau pihak pengelola tapi terkesan dibiarkan ungkapnya, selain menjadi keluhan pengunjung para PKL juga ikut mengeluhkan dengan adanya tempat mandi bilasan milik PKL yang tetap buka padahal tempat mandi bilasan milik PKL yang lain disuruh tutup.ucapnya

UM salah satu PKL asal Desa Bandengan yang merasa di perlakukan tidak adil karena hanya satu orang PKL saja yang di perbolehkan tetap buka tempat mandi bilasan dilokasi Wisata Pantai, padahal aturannya tidak diperbolehkan “cetus” UM yang kesal dengan pengelola, kalau saya diperbolehkan tetap buka tempat mandi bilasan saya juga siap terangnya,  bukan UM saja yang mempersoalkan satu tempat mandi bilasan yang tetap buka, tetapi para PKL yang lain juga kesal kenapa ada tempat mandi bilasan yang dibiarkan tetap buka, sedangkan aturannya di suruh tutup.cetusnya

Kok bisa pihak pengelola pilih kasih sama- sama bayar sewa kenapa mesti ada yang di anak emaskan gak adil namanya ” ujar seorang PKL Sambil nyinyir.imbunya

Kabid pariwisata saat di temui awak media di ruang kerjanya juga memberikan keterangan yang tidak jelas selalu sabar dan tunggu saatnya yang tepat untuk di lakukan penutupan katanya,  keterangan seperti itu membuat para PKL geram, karena terkesan lambat dalam bertindak sedangkan sewaktu kami mempertanyakan perijinannya mereka tidak merasa memberikan ijin tapi aneh kalau tidak memberikan ijin kenapa mereka berani mendirikan tempat mandi bilasan.terangya

Hal itu menjadi pertanyaan para PKL bagaimana dengan pendapatannya sementara informasi nya tidak dipungut atau bayar retribusi, terus kemana selama ini uangnya, kejadian tersebut menjadikan iri para PKL yang lain, jadi kesimpulannya kalau tidak berijin dan tak ada pendapatannya kenapa di biarkan tidak segera di tutup ataupun di bongkar ada apa dengan pengelola terkesan tutup mata dan ada pembiaran. para PKL berharap pengelola bertidak tegas dan berlaku adil supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.(jmk/bgs)

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.